Persentase Kenaikan UMK Kudus 2023 Paling Rendah di Jateng

Ilustrasi. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi daerah yang memiliki persentase kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) 2023 terendah se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Di mana UMK Kudus 2023, hanya naik sebesar 6,4 persen dari UMK tahun 2022.

Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 kemarin mengalami minus. Sehingga dalam penghitungan UMK Kudus 2023, Kudus hanya mendapat sedikit kenaikan persentase.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan hal ini saat mengumumkan UMK 35 kabupaten/kota di Jateng, Rabu (7/12/2022) kemarin.

”Persentase kenaikan terendah sebesar 6,4 persen di Kabupaten Kudus karena pertumbuhan ekonomi pada angka negatif, sehingga sesuai ketentuan kenaikan sebesar inflasi. Untuk persentase kenaikan tertinggi 7,95 persen di Kota Semarang,” kata Ganjar.

Baca: Dok! UMK Kudus 2023 Ditetapkan Rp 2.439.813,98

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perselisihan Tenaga Kerja Disnaker perinkop UKM Kudus Agus Juanto, Kamis (8/12/2022) menyebut, meski persentase kenaikan terendah, namun untuk nominal kenaikan UMK, Kudus tidak terlalu rendah.

UMK Kudus, lanjutnya, bahkan paling tinggi dibanding kabupaten atau kota di eks-Karisidenan Pati.

Baca: Sah! UMK 2023 se-Jateng Ditetapkan, Kota Semarang Paling Tinggi

”Kudus juga ada di peringkat kelima dengan nominal UMK terbesar di Jateng, di bawah Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kendal, Semarang, dan baru Kudus,” pungkasnya.

Ketetapan UMK Kudus 2023 ini pun langsung mulai disosialisasikan ke perusahaan mulai Kamis (8/12/2022). UMK Kudus 2023 ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2023 mendatang.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Berita Kudusinfo kuduskudusumk kudus 2023