DPRD Kudus Nilai Pemenuhan Hak Kenyamanan Pedagang Pasar Belum Maksimal

Talang air di Pasar Bitingan Kudus yang bocor. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Retribusi menjadi kewajiban yang harus dijalankan oleh pedagang di pasar tradisional. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menilai pedagang belum mendapatkan haknya secara maksimal.

Anggota Komisi B DPRD Kudus yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Achmad Yusuf Roni mengatakan, retribusi tersebut biasanya digunakan untuk membayar uang kebersihan dan hal lainnya yang berkaitan dengan pasar.

Namun, Yusuf menilai hak pedagang untuk mendapatkan kenyamanan selama berjualan di pasar belum maksimal. Salah satu penyebabnya karena kondisi pasar yang masih membutuhkan perbaikan.

”Kalau pedagang sudah memenuhi kewajibannya, seharusnya hak mereka juga dipenuhi. Jangan hanya kewajibannya saja yang diminta tetapi hak mereka tidak dipenuhi,” katanya, Kamis (1/12/2022).

Yusuf menilai beberapa pasar di Kota Kretek masih perlu pembenahan. Seperti Pasar Bitingan yang beberapa waktu lalu talang airnya mengalami kebocoran, kemudian ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di Pasar Kliwon yang dirasa belum maksimal, dan hal lainnya.

“Masih banyak perbaikan yang harus dilakukan di pasar. Selain itu juga ketersediaan APAR yang belum maksimal harus menjadi perhatian,” sambungnya.

Baca: Talang Air Pasar Bitingan Kudus Bocor, saat Hujan Pedagang Tak Bisa Jualan

Yusuf meminta agar dinas terkait dapat melakukan inventarisasi pasar yang perlu perbaikan. Sehingga dapat terlihat pasar mana yang perlu segera diperbaiki.

”Hampir semua pasar yang dikelola Pemkab Kudus masih membutuhkan perbaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, di tahun ini Pemkab Kudus tengah merenovasi sebanyak delapan pasar. Terdiri dari Pasar Kliwon, Pasar Baru, Pasar Wates, Pasar Jekulo, Pasar Piji, Pasar Undaan Kidul, Pasar Mijen, dan Pasar Brayung.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah nantinya ada perbaikan pasar lagi atau tidak. Namun, terkait delapan pasar yang direnovasi tahun ini diperkirakan selesai pada Desember 2022.

”Untuk program (perbaikan pasar, red) belum tahu. Tetapi untuk yang delapan pasar yang direnovasi tahun ini diperkirakan selesai Desember 2022,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Berita KudusDPRD KuduskudusPasar Tradisional