Miris, di Blora Ada Guru Madrasah Digaji Rp 50 Ribu Sebulan

Ketua Komisi D DPRD Blora, Ahmad Labib Hilmy (Liputan6.com/ Ahmad Adirin)

Murianews, Blora – Kesejahteraan guru madrasah khususnya di Kabupaten Blora dinilai masih kurang diperhatikan. Salah satu buktinya, ditemukan guru madrasah yang hanya mendapatkan gaji Rp 600 ribu selama setahun. Jika dikalkulasi, angka itu menjadi Rp 50 ribu per bulannya.

Kondisi itu membuat Ketua Komisi D DPRD Blora, Ahmad Labib Hilmy prihatin. Menurutnya, melupakan guru madrasah merupakan bentuk kesenjangan.

Pria yang akrab disapa Gus Labib itu mengatakan, pemerintah masih hanya fokus pada peningkatan kesejahteraan honorer. Padahal, guru madrasah juga memiliki peran penting dalam hal pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca: Komisioner KPU Blora Kini Kembali Lengkap

’’Coba dibayangkan, dalam satu tahun gajinya jika ditotal ada yang hanya Rp 600 ribu. Bagaimana keberlangsungan hidupnya nanti, apakah bisa fokus dalam mencedaskan putra putri bangsa? Ini seharusnya jadi perhatian,’’ katanya seperti dilansir Blora.Suaramerdeka.com, Sabtu (26/11/2022).

Ia mengatakan, pihaknya sering mendapatkan laporan terkait kesenjangan kesejahteraan antara guru sekolah formal dengan madrasah. Pihaknya pun meminta agar guru madrasah juga diperhatikan.

Ia pun terus memperjuangkan nasib tidak hanya guru honorer saja. Namun juga guru madrasah.

‘’Mereka (guru madrasah) di Blora kan tidak hanya mengajarkan soal ilmu formal saja, namun juga ilmu agama. Kalau Rp 600 ribu satu tahun, berarti satu bulannya cuma Rp50 ribu, apakah ini cukup untuk penuhi kebutuhan hidup mereka,’’ sambungnya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Blora.Suaramerdeka.com

bloradprd bloraguru madrasahinfo muriaKesejahteraan Guru