Jalan Tol di Pati Berpotensi Lalui Daerah Rawan Banjir

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Rencana proyek Jalan Tol Demak-Tuban berpotensi melalui daerah rawan banjir Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo.

”Memang wacana saat sosialisasi karena trase atau jalur tol menyusuri sungai Juwana. Jadi kemarin disampaikan ada beberapa desa yang dilalui rawan banjir,” kata Tulus, Sabtu (1/10/2022).

”Jadi tim Amdal kontruksi juga ada jawaban, bahwa jalan tol tidak dibawah semua, tapi juga pakai layang dan ini akan ada kajian,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya bersama tim Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) melakukan kajian terkait bentuk kontruksi jalan tol layang ini. Mengingat ada beberapa desa di Pati rawan banjir yang dilalui Jalan Tol Demak-Tuban.

Baca: Panjang Tol Demak-Tuban di Kudus Menyusut

Meski begitu, Tulus tidak menjelaskan secara rinci desa mana saja yang diketahui rawan banjir itu. Tetapi, ia menegaskan memang beberapa desa yang dilalui merupakan desa rawan banjir karena menyusuri Sungai Juwana.

”Kalau perencanaan jalan tol prosesnya memang baru Amdal. Kami tidak bisa berbicara banyak,” tambahnya.

Ia berharap dengan opsi jalan tol layang ini, beberapa desa rawan banjir itu tak makin parah saat bencana itu datang. Dengan demikian, nantinya tidak merugikan warga dan juga pengendara. Maka dari itu kajian yang matang harus dilakukan.

”Saya yakin ini kajiannya pasti dicermati dengan baik,” tutupnya.

Diketahui, Jalur tol Demak-Tuban rencananya melalui 39 desa di Bumi Mina Tani. Desa-desa ini tersebar di sembilan kecamatan.

Sembilan kecamatan tersebut meliputi Batangan, Jaken, Jakenan, Pati, Gabus, Pucakwangi, Kayen, Winong dan Sukolilo.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

info muriapatiProyek Jalan Tol Demak-Tuban