Koran Lawas Berisi Kisah Raja Kretek Kudus Nitisemito Ini Sempat Ditawar Mahal

Koran Suara Merdeka terbitan 12 Mei 1972 yang membahas soal Raja Kretek Nitisemito. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Koran bekas biasa dijual dengan harga murah, namun beda dengan koran lawas koleksi Pojok Kliping Kudus ini. Koran Suara Merdeka terbitan 12 Mei 1972 tersebut, sempat ditawar orang dengan harga jutaan rupiah.

Padahal saat koran itu diterbitkan di tahun itu, harganya masih Rp 25. Sang penawar rela merogoh kocek yang besar, lantaran koran lawas itu memuat kisah-kisah Raja Kretek asal Kudus Nitisemito.

Ada dua halaman yang membas tentang Nitisemito dalam Koran yang diterbitkan 50 tahun silam itu.

Beragam judul tercantum di koran tersebut. Di bagian paling atas terdapat judul ”Kedjajaan Bal Tiga Lenjap Dg Meninggalnja Nitisemito”, ” Istana Kembar M. Nitisemito Kudus Mau Dilelang Utk Tutup Hutang Rp 16.000.000, “Punja Mobil2 Mewah Tapi Kalau Pergi Senang Naik Kuda/Kereta”, ” Soemadji Nitisemito Terima Warisan Markas2 Tentara”, dan beberapa pemberitaan lainnya.

Kisah Raja Kretek Nitisemito yang dimuar Koran Suara Merdeka edisi 12 Mei 1972. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Founder Pojok Kliping, Imam Khanafi mengaku mendapatkan koran lawas itu atas hibahan sejawatnya. Ia juga mengakui jika ada pihak yang berniat membeli koran itu dengan haraga mahal.

”Saya dapat koran ini hibah dari teman yang berasal dari luar Kudus. Sempat ada yang mau beli koran tersebut seharga Rp 4 juta, tetapi tidak saya berikan karena kan itu hibah,” katanya, Sabtu (24/9/2022).

Baca: Sebagian Kecil Kekayaan Raja Kretek Nitisemito Terungkap, Segini Nilainya

Imam menjelaskan, di halaman koran tersebut juga menceritakan sejarah berdiri dan kesukseskan Bal Tiga, perusahaan rokok yang didirikan Nitisemito.

“Berita tentang Omah Kembar yang saat itu mau dilelang karena terlilit utang Rp 16 juta juga diletakkan di paling atas (headline, red). Di halaman selanjutnya juga ada informasi soal Nitisemito yang diberi hadiah kuda oleh Sri Susuhan X dari Kraton Surakarta,” sambungnya.

Baca: Kisah Penemuan Buku Peninggalan Raja Kretek Nitisemito di Pasar Loak Belanda

Imam mengatakan, ia berkomitmen tidak akan menjual kliping koran yang berisi Nitisemito tersebut. Dia memiliki keinginan untuk menulis ulang apa yang diberitakan di koran terbitan 1972 itu.

”Ada keinginan untuk mengetik ulang dengan bahasa saat ini supaya generasi sekarang tahu tentang Nitisemito. Kalau isi berita yang tertera di koran itu kan masih ejaan lama, terkesan sulit untuk dipahami saat ini,” imbuhnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

info kuduskabar kuduskudusnitisemitoraja kretek