Polres Demak Bongkar Penyalahgunaan 11,5 BBM Bersubsidi, 2 Orang Jadi Tersangka

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono saat mengungkap kasus penyelewengan bersubsidi. (Polres Demak)

MURIANEWS, Demak – Polres Demak berhasil membongkar kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kota Wali. Total, petugas mengamankan 11,5 ton BBM jenis solar dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono mengatakan, selain solar sebanyak 11,5 ton, petugas juga mengamankan dua terduga pelaku dalam kasus tersebut.

”Dua pelaku yang ditangkap yakni Mastur (55), warga asal Pedurungan Semarang dan Komsin (31), warga Tuban Jawa Timur. Kedua pelaku ditangkap saat hendak menjual solar bersubsidi itu ke industry,” katanya.

Baca: 15 Penjudi di Demak Diamankan Polisi

Budi menjelaskan, dari keterangan para pelaku, 11,5 ton solar itu dikumpulkan dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Modus pelaku menggunakan truk yang dimodifikasi dengan diisi tangki di bagian bak.

Nahas, saat beroperasi membeli solar tersebut, truk modifikasi tersebut dicurigai petugas. Akhirnya, pada 30 Agustus dan 2 September 2022, petugas berhasil mengamankan dua truk yang digunakan untuk memuat solar bersubsidi tersebut.

”Penangkapan dua truk berisi solar tersebut terjadi di dua tempat berbeda,” ungkapnya.

Budi menyebutkan, penangkapan pertama, terjadi di Desa Bakung, Kecamatan Mijen sejumlah 3,5 ton solar, Selasa (30/8/2022) dan kedua di Jalan Raya Onggorawe, Kecamatan Sayung sejumlah 8 ton liter solar pada Jumat (2/9/2022).

Baca: 50 Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Dibongkar Polda Jateng, 66 Orang Jadi Tersangka

”Modus pelaku penyalahgunaan BBM solar bersubsidi di Desa Bakung, Kecamatan Mijen, yakni dengan membeli dari sejumlah SPBU di Demak dan Jepara secara bergantian. Pelaku mengumpulkan solar dari sejumlah SPBU selama 4-5 hari kemudian baru pulang,” ungkapnya.

”Ada 2 SPBU di Demak yang truk ini mengisi di Trengguli dan Bakung Mijen, setiap SPBU selalu membeli sebanyak Rp 500 ribu solar. Setelah itu ke Jepara, mampir ke beberapa SPBU untuk membeli, setiap SPBU Rp 500 ribu,” tambahnya.

Sementara terkait penangkapan di Jalan Raya Onggorawe, Kecamatan Sayung, lanjut Budi, yaitu warga asal Tuban yang sedang mengirimkan solar dalam truk ke arah Kecamatan Mranggen. Delapan ton solar tersebut didapatkan dari satu mobil tangki berisi solar penuh di Sluke Rembang.

”Truk dari Tuban sudah komunikasi untuk membeli solar di Sluke Rembang sebanyak 8.000 liter solar,” ujar Budi.

Baca: Begini Modus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Jateng, Dioplos hingga Ditimbun

Dari kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti dua truk bernomor polisi H-1340-SF dan S-8583-JG, dua tangki masing-masing berisi 3,5 ton dan 8 ton solar bersubsidi, satu pompa air beserta selangnya, uang tunai, dan handphone.

Atas tindakannya itu, kedua pelaku dikenai Pasal 40 angka 9 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja juncto Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi juncto Pasal 55 KUHPidana.

”Ancaman hukumannya 6 tahun penjara,” pungkasnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

BBM bersubsididemakpolres demakSolar