Tim Verifikator Dibentuk, Cek Tiga Calon Lokasi SIHT Kudus

Ilustrasi: Salah satu bangunan di KIHT Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akan melakukan verifikasi pada tiga lokasi bakal calon lokasi Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) di Kota Kretek. Tim verifikator pun kini sedang dibentuk untuk melaksanakan final checking tersebut.

Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, tim akan melibatkan Badan Pertanahan Nasional dan Aparat Penegak Hukum. Itu dilakukan agar proses pembelian tanah berjalan semestinya dan tak terjadi permasalahan di kemudian hari.

”Kalau ada dua unsur itu kan bisa dipastikan nanti status tanahnya bagaimana, kemudian legalitasnya, sehingga tidak akan masalah saat pembeliannya,” katanya, Sabtu (13/8/2022).

Hartopo pun menyerahkan sepenuhnya hal ini kepada Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus selaku OPD penanggung jawab.

Hanya, dia sedikit memberi saran agar ketika dalam pembelian tanah nanti bisa mempertimbangkan perluasan jangka panjangnya.

”Jadi kalau milih tanahnya nanti yang sekiranya bisa dilakukan perluasan lahan, jangan sampai seperti di KIHT (Kawasan Industri Hasil Tembakau) yang susah diperluas,” pungkasnya.

Baca: Kudus Bakal Bangun Sentra Industri Hasil Tembakau, Dananya Segini

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati menyampaikan, sebelumnya ada sepuluh lokasi bakal calon lokasi pembangunan SIHT.

”Namun kemudian dievaluasi dan mengerucutlah tiga lokasi yang berada di Kecamatan Mejobo, Undaan, dan Jati,” ucapnya.

Pemerintah daerah sendidri, sambungnya, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 18 miliar pada tahun 2022 ini. Anggaran tersebut, direncanakan hanya untuk pengadaan tanah SIHT saja.

Baca: Pembebasan Tanah SIHT Kudus, Bupati: Harganya Harus Masuk Akal

Di mana bila mengacu pada dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), tanah yang akan dibeli adalah seluas satu hektare.

”Nanti untuk pembangunan gedung untuk produksi rokok dilaksanakan setelahnya, luasannya mungkin sekitar 300 hingga 400 meter persegi,” pungkas Rini.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

info kuduskabar kuduskudussiht