Warga Pati Ini Kulak Uang Palsu Lembaran Besar, Dipotong Sendiri

Pengedar uang palsu di Kudus yang dibekuk Polres Kudus. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Seorang warga Kabupaten Pati M Jamiludin (24) dibekuk Polres Kudus karena mengedarkan uang palsu (upal). Kepada polisi, ia mengaku jika upal itu dibeli atau kulak masih dalam bentuk lembaran besar dan dipotongi sendiri.

Identitas pemasok upal itu sudah dikantongi polisi. Inisialnya J, dan dikenal oleh tersangka saat mengikuti sebuah acara di Kabypaten Jepara.Pembuat upal tersebut kini juga tengah diburu Polisi.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Agustinus David, mengatakan, tersangka mendapatkan uang tersebut melalui transaksi online.

Saat itu, tersangka diberi uang pecahan Rp 50 ribu sebanyak 10 lembar dan pecahan Rp 20 ribu sebanyak dua lembar secara cuma-cuma.

”Tersangka setelah itu membeli dengan sistem transfer dan dikirimkan secara online di rumahnya. Uang palsu sebanyak Rp 6,5 juta dibelinya dengan harga Rp 2 juta,” katanya, Senin (8/8/2022).

Baca: Beli HP Pakai Uang Palsu, Warga Pati Dibekuk Polisi di Kudus

Uang palsu tersebut dibelinya dalam bentuk lembaran yang kemudian dipotong-potong dan dilaminasi dengan hologram, sesuai dengan video tutorial yang sudah didapatkannya dalam paket pembelian uang palsu tersebut.

”Jadi belinya lembaran, tersangka yang potong dan laminasi sendiri,” jelasnya.

Tersangka M Jamaludin mengaku, setelah membeli uang palsu itu, dirinya baru mengedarkannya saat beli HP di SPBU Krawang Kudus.

Sebenarnya, tersangka sudah empat kali mencoba mengedarkan uang palsu tersebut dengan modus serupa.

Namun, saat dua kali beraksi di Pati, dan satu kali di Kudus belum menuai hasil, setelah calon korbannya mengetahui bahwa uang yang diberikan palsu.

”Diedarkan di Kudus dan Pati. Tapi yang berhasil baru yang di POM Kerawang untuk beli HP,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang warga Kabupaten Pati Bernama M Jamiludin (21) dibekuk jajaran Polres Kudus. Ia ditangkap setelah mengedarkan uang palsu dengan modus membeli HP.

Korban merupakan Reza Aditya, warga Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kudus yang saat itu menjual HP Android seharga Rp 3,3 juta.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

info kuduskabar kuduskudusPolres Kudusuang palsu