Ini Makna Relief di Monumen Macan Putih di Kudus

Relief di Monumen Macan Muria di Glagah Kulon, Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Monumen Markas Komando Daerah Muria dibangun untuk memperingati perjuangan Pasukan Macan Putih dalam menghadapi Agresi Militer Belanda. Di dalam monument itu terdapat sejumlah relief yang menyimpan makna tersendiri.

Monumen Macan Putih berada di RT 02, RW 01, Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Monumen tersebut dibangun pada tahun 1972.

Pada buku berjudul Sejarah Perjuangan Gerilya Semesta Komando Daerah Muria Kudus yang dikeluarkan Kodim 0722/Kudus dijelaskan sejumalh makna dalam relief monumen tersebut.

Relief latar belakang gunung memiliki makna lambang kemegahan alam yang abadi. Tertulis di buku tersebut gunung walaupun tampak tenang tetapi memiliki kehebatan.

“Raksasa atau gunung tersebut bangkit dan menyemburkan api,” isi dalam buku.

Baca: Ini Monumen Saksi Bisu Macan Putih Muria Menggempur Penjajah

Gunung di sini merupakan Gunung Muria yang dijadikan sebagai tempat komando daerah Muria berjuang melawan penjajah.

Kemudian di relief tersebut terdapat undakan atau tataran. Undakan melambangkan mutu perjuangan dan komando.

Pada masa itu tatanan atau undakan terdiri dari tiga hal. Yakni physic atau jiwa atau mental yang membaja.

Kemudian ada tenaga atau kemampuan untuk berjuang. Selanjutnya ada senjata atau alat pejuang yang digunakan di masa itu.

Relief selanjutnya yakni granat. Granat merupakan senjata utama dari pasukan Macan Muria saat itu. Termasuk di sebelahnya ada senjata berupa golok atau pedang dan bambu runcing.

Baca: Kesurupan Mbah Kamito jadi ‘Sirine’ Pasukan Macan Putih Muria

Dilanjutkan di buku tersebut, tertera tulisan Markas Komando Daerah Muria. Tulisan tersebut menunjukkan letak Markas Komando Daerah Muria berada.

Selanjutnya, ada penjelasan tentang kepala harimau putih. Dijelaskan di buku tersebut, macan atau harimau merupakan binatang buas yang memiliki kekuatan dan wibawa yang besar.

Lalu, dijelaskan juga tentang mulut harimau yang terbuka memiliki makna siap sedia untuk menyerang dan menerkam mangsa. Simbol ini juga merupakan bentuk semangat pejuang Muria.

Sedangkan warna putih pada relief macan memiliki makna suci. Yakni perjuangan suci tanpa pamrih. Ditulis juga simbol macan putih melambangkan sumber kekuatan dan semangat bagi para pejuang.

Relief terakhir yakni relief pejuang bersama rakyat. Maknanya, perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang yakni atas dukungan dan bantuan rakyat yang bersatu-padu, bahu membahu, dan bekerja sama mengusir penjajah.

”Monumennya dibangun pada 1972. Sampai sekarang masih sama bangunan monumennya, tidak ada yang berubah,” kata Juru Kunci Monumen Markas Komando Daerah Muria, Sipat, Sabtu (6/8/2022).

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

info kuduskudusmonumenpasukan macan putih