Metro Jateng

Bukan Kasus Baru, Total WNI Disekap di Kamboja Tahun Ini Tembus 260 Orang

Ilustrasi Perdagangan orang. (Pixabay)

MURIANEWS, Semarang – Kasus dugaan penyekapan 54 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dilaporkan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ternyata bukan kasus baru. Sepanjang 2022, sebanyak 260 WNI di Kamboja yang mengalami kasus serupa.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Sakina Rosellasari, Kamis (28/7/2022). Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati jika ingin berangkat kerja ke Kamboja.

”Informasi dari Dubes RI di Kamboja, sepanjang tahun ini saja sudah ada 260 WNI yang mengadu tertipu. Dan nampaknya, jumlah itu akan bertambah terus,” katanya.

Baca: Selain Disekap, 54 WNI di Kamboja Diduga Akan Diperdagangkan

Sampai saat ini, lanjut dia, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedubes RI di Kamboja terkait kasus penyekapan 54 WNI. Pemantauan terus dilakukan karena pihak Kemenlu dan Kedubes RI di Kamboja sedang bekerja.

”Kami pantau terus dan koordinasi aktif. Kami harap kawan-kawan TKI yang di sana baik-baik saja,” ucapnya.

Dari data sementara, Sakina mengatakan ada warga Jawa Tengah yang menjadi korban dugaan penyekapan itu setidaknya ada 10 warga asal Jateng yang berada dalam rombongan.

”Yang dari Jateng ada 10 orang, tapi kami update terus dan komunikasi dengan mereka untuk memastikan mereka aman,” pungkasnya.

Baca: Kronologi 54 WNI Diduga Disekap dan Jadi Korban TPPO di Kamboja

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

kambojaWNIWNI Disekap