Metro Kaltara

Nama Gubernur Kaltara Diduga Dicatut untuk Jual Beli Jabatan

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang. (Antara)

MURIANEWS, Tanjung Selor – Nama Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang diduga dicatut untuk jual beli jabatan di kalangan pemerintah provinsi setempat.

Pencatutan tersebut bahkan menjanjikan jabatan tertentu dengan pembayaran sejumlah uang. Saat ini kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polda Kaltara untuk ditindaklanjuti.

Tim Hukum Gubernur Kaltara, yakni Sulaiman mengatakan, awal mula pencatutan nama gubernur itu diketahui saat ia ditanya sejumlah rekan kerja di pemprov terkait kabar jual beli jabatan tersebut.

”Kronologinya saya ditelepon kawan di Pemprov, saya ditanya apakah saya terima uang, karena nama saya dicatut menjanjikan sesuatu karena saya dekat dengan Pak Gubernur,” katanya seperti dikutip Tribunnews.

Atas dasar itu, pihaknya pun membuat laporan ke Polda Kaltara terkait dugaan suap jual beli jabatan di Pemprov Kaltara. Apalagi, pihaknya mengaku menerima laporan dari beberapa orang terkait praktik dugaan jual beli tersebut.

”Ada beberapa orang yang melaporkan kepada kita terkait praktik jual beli jabatan tersebut,” lanjutnya.

”Ada orang-orang yang mengatasnamakan orang dekat Gubernur, mereka semua itu sudah kami laporkan termasuk alat bukti yang kami terima,” tambahnya.

Tak hanya itu, pelaporan tersebut untuk membersihkan nama baik Gubernur Kaltara yang dicatut untuk menguntungkan kepentingan sekelompok oknum pegawai.

Kini pihaknya menyerahkan proses hukum kepada Polda Kaltara untuk mengungkap praktek jual beli jabatan tersebut.

”Kami ambil tindakan hukum untuk meluruskan bahwa Gubernur Kaltara tidak pernah mengutus siapapun memerintahkan siapapun untuk negosiasi transaksional untuk jabatan di pemprov,” jelasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Tribunnews

Gubernur Kaltarajual beli jabatan