Kolak Telo Gudang Kudus, Camilan Desa yang Kini Ramai Diburu

Warga membeli kolak telo gudang khas Kandangmas, Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Namanya kolak telo gudang. Makanan khas dari Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, baru-baru ini lagi diburu pecinta kuliner lokalan.

Sesuai namanya, camilan ini berbahan dasar telo atau ketela pohon, lalu cairan gula. Sementara gudang, ya gudang, alias tempat penyimpanan barang.

Meski namanya kolak, camilan ini tak disajikan di mangkok dengan kuah manis. Ketelanya pun tak dipotong-potong kecil, melainkan masih masih ketela utuh. Cuma, sudah dilapisi dengan karamel gula merah cair.

Wanginya benar-benar khas dan manis. Ketika diincip, tentu saja ada rasa manis gula tebu dan rasa gurih dari ketela. Kedua rasa itu nyampur jadi satu kesatuan, dan benar-benar match banget.

Namun siapa sangka, makanan unik ini berasal dari keisengan pembuatnya saat berada di gudang rumahnya.

Baca: Di Patiayam Kudus Ada Sup Fossil, Penasaran Ingin Coba?

Dialah Nur Hayati, yang iseng mencelupkan ketela ke rebusan nira tebu di gudang produksi gula merah miliknya di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe di Kudus, tiga tahun lalu.

”Karena dibuatnya di gudang ya akhirnya kami namai telo gudang, orang-orang tahunya ya pas saya menyuguhi tamu, kok mereka tertarik, akhirnya kami tekuni sampai sekarang dan kami jual ke masyarakat,” katanya, Sabtu (2/7/2022).

Usahanya pun kian berkembang dari waktu ke waktu. Yang semula pembelinya hanya warga sekitar, kini dijual hingga ke berbagai daerah di Tanah Air, seperti Solo, Semarang, Yogyakarta hingga Jakarta.

”Ketika ramai pesanan dulu itu bisa tembus 500 kilogram ketela, sehingga tiap hari harus mencari pasokan bahan baku ketela pohon. Untungnya warga sini mayoritas ya petani ketela, jadi tercukupi,” terangnya.

Baca: Soto Kerbau Kudus, Kuliner Sarat Akulturasi Budaya

Satu kilo kolak telo gudang ia jual dengan harga Rp15.000. Sedangkan ukuran dua kilogramnya dijual Rp 25.000.

”Proses memasaknya membutuhkan waktu hingga dua jam, kalau untuk yang dikirim luar kota, biasanya prosesnya lebih lama dari itu,”

Beberapa pekan ini, dia juga mengembangkan kolak pisang gudang. Namun karena baru mencoba dua pekan ini, peminatnya belum banyak dan produksinya sesuai pesanan.

“Untuk harga memang lebih mahal sebesar Rp 30.000 per kilogram, karena harga bahan baku pisangnya juga mahal,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Berita KuduskudusKuliner Kudustelo gudang