Polemik The Sato Hotel, PTUN Turun ke Kudus

PTUN Semarang melakukan pemeriksaan di The Sato Hotel, Kudus. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Polemik terkait kerusakan rumah warga atas pembangunan The Sato Hotel Kudus, menemui babak baru. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Jumat (1/7/2022) turun ke Kudus untuk melakukan pemeriksaan.

Ini dilakukan setelah dua warga Beny Djuanedi dan Benny Gunawan mengajukan gugatan baru atas munculnya Izin Mendirikan Bangunan Gedung (IMB) baru pada 29 Maret 2022 silam.

Pengecekan tersebut didampingi kuasa hukum penggugat dan perwakilan pihak hotel. Pengecekan pertama dilakukan di bangunan The Sato Hotel. Berlanjut di lokasi kedua yang berada di timur hotel. Yakni di rumah Benny Gunawan.

Pengecekan juga dilakukan ke lokasi ketiga. Yakni berada di sebelah utara hotel. Di situ, rumah warga mengalami keretakan dinding.

Ketua Majelis Hukum PTUN Semarang Singgih Wahyudi mengatakan, pengecekan tersebut merupakan tindaklanjut gugatan yang diajukan. Sebelumnya telah melalui proses persidangan lebih dari empat kali.

”Intinya kami mengecek saja. Hasilnya yang menilai majelis. Selanjutnya, sidang bukti dua surat intervensi dan saksi penggugat,” katanya, Jumat (1/7/2022).

Baca: Babak Baru Polemik The Sato Hotel Kudus, Ada yang Pilih Damai

Sementara itu, kuasa hukum penggugat Budi Supriyanto menyatakan agenda kali ini yakni melakukan pemeriksaan lokasi. Hal ini menindaklanjuti proses pembuktian administrasi di PTUN Semarang.

Dalam gugatan yang dilayangkan oleh Benny Gunawan Ongkowidjojo, pihaknya melayangkan keberatan atas izin IMB yang dikeluarkan oleh Pemkab Kudus. Yakni dengan Nomor 644/106/15.04/2022 pada 29 Maret 2022 lalu yang dianggap tidak memiliki kekuatan hukum.

”Izin itu tidak memiliki kekuatan hukumnya karena belum mencabut IMB Nomor 644/293/25.03/2017 karena ketentuannya adalah lima lantai. Saat dibangun, justru menjadi enam lantai,” jelasnya.

Pihaknya juga menemukan kejanggalan dan melanggar aturan lainnya yang terjadi di hotel yang berlokasi di jalan Pemuda Nomor 77, Kudus, Jawa Tengah. Bangunan hotel mengahabiskan seluruh luas tanah kurang lebih 390 meter persegi tanpa tersisa sama sekali.

Baca: Polemik The Sato Hotel Kudus Belum Berhenti

Hal tersebut melanggar surat IMB yang diterbitkan oleh Pemkab Kudus seharusnya tiap lantai besarnya adalah 266,86 meter persegi.

”Kenapa ini diperbolehkan? Padahal IMB lama sedang kami gugat malah dimunculkan IMB baru (Terbit Maret 2022, Red), di dalam izinnya lantainya menjadi tujuh,” terangnya.

Oleh karena itu, melihat IMB baru yang diterbitkan oleh Pemkab Kudus pihak penggugat kembali mengajukan gugatan lagi kepada PTUN.

Pihaknya menyayangkan dan merasa prihatin sikap pemerintah daerah yang menerbitkan izin baru tersebut. Dia mendesak agar izin tersebut segera dicabut dan hotel dirubuhkan.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Berita KuduskudusPTUNthe sato hotel