Beli Minyak Curah Pakai PeduliLindungi, DPRD Kudus: Banyak Kendala

Warga antre minyak goreng curah di Jalan HOS Cokroaminoto, Desa Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu (Murianews/Vega Maarijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah memulai sosialisasi penggunaan minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi sejak Senin (27/6/2022). Kalangan DPRD Kudus menganggap kebijakan itu akan menemui banyak kendala.

Anggota Komisi B DPRD Kudus Achmad Yusuf Roni mengatakan, kebijakan tersebut harus dikaji kembali. Sebab, menurutnya akan ada kendala yang dialami oleh masyarakat.

”Akan ada kendala, seperti yang belum punya HP pasti kesulitan,” katanya, Jumat (1/7/2022).

Menurutnya, jika penggunaan PeduliLindungi bertujuan agar dapat memantau pembelian minyak goreng curah hal itu dirasa berlebihan. Sebab, dia berpendapat, pembeli minyak goreng curah mayoritas hanya masyarakat menengah ke bawah.

”Menurut saya minyak goreng curah pangsa pasarnya sudah jelas didominasi masyarakat menengah. Jadi tidak mungkin ada penimbunan. Mereka beli karena memang butuh. Bukan untuk menimbun,” sambungnya.

Baca: Bulan Depan, Beli Minyak Goreng Curah Harus Pakai NIK atau PeduliLindungi

Oleh sebab itu, Yusuf berpendapat masyarakat tidak perlu dipersulit ketika hendak membeli minyak goreng curah. Pihaknya menilai penggunaan PeduliLindungi untuk pembelian minyak goreng curah belum urgen.

”Saya melihatnya belum urgen. Kalangan pembelinya juga sudah jelas. Jadi kenapa harus dipersulit,” ujarnya.

Pihaknya berharap kebijakan ini dapat dikaji kembali. Sehingga tidak mempersulit rakyat.

”Menurut saya pemerintah pusat lebih baik fokus untuk persoalan pendistribusian minyak goreng curah saja. Selain itu pemerintah harus bisa menjaga ketersediaan stok,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Berita Kudusinfo kuduskudusMinyak Gorengpedulilindungi