Kajian Ilmiah tentang Sejarah Kudus Masih Minim, Pemkab Diminta Bikin Penelitian

Foto: Menara Kudus, salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dikenal memiliki banyak potensi sejarah yang perlu digali lebih mendalam. Meski demikian, dokumentasi atau pembukuan soal sejarah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang sesuai dengan kajian ilmiah masih minim.

Pemerhati Sejarah sekaligus Dosen Institut Agama Islam negeri (IAIN) Kudus Moh Rosyid mengatakan, sejauh ini dokumentasi tentang sejarah Kudus yang sesuai dengan kajian ilmiah dengan pendekatan sejarah belum ada. Sejauh ini informasi sejarah Kudus, sepengetahuannya hanya dilakukan secara lisan.

”Saat ini yang ada hanya berasal dari tutur tradisi lisan atau dari mulut ke mulut. Cenderungnya mengarah ke mitos. Saya belum menemukan kajian sejarah yang ilmiah,” katanya, Selasa (28/6/2022).

Baca juga: Duh, Banyak Tumpukan Sampah Terlihat di Bawah Jembatan Kali Gelis Kudus

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kurang peduli terhadap kajian ilmiah tentang sejarah Kudus. Sehingga tidak banyak sejarah tentang Kudus yang bersifat ilmiah atau bukan sekadar mitos semata.

”Pemkab Kudus perlu mengajak sejarawan, arkeolog, dan akademisi untuk mencari fakta ilmiah tentang sejarah Kudus. Misalnya Menara Kudus  berdiri kapan, siapa pendirinya, gapuranya berdiri kapan. Tetapi harus lewat kajian ilmiah. Selama ini kan sejarah Kudus lebih condong ke mitos,” sambungnya.

Menurutnya, rujukan sejarah dengan kajian ilmiah tergolong penting. Sebab, hal itu dapat dijadikan pedoman bagi generasi penerus di masa mendatang.

”Supaya generasi muda tidak dibingungkan dengan sejarah yang didominasi ragam pendapat dan cerita-cerita mitos. Tetapi mereka bisa lebih paham soal sejarah dengan fakta yang ilmiah,” pungkasnya.

Terpisah, Anggota Komisi B DPRD Kudus, Achmad Yusuf Roni menyampaikan perlunya kajian ilmiah tentang sejarah Kudus. Sehingga generasi penerus memiliki landasan untuk belajar sejarah.

”Saya melihatnya kajian sejarah Kudus yang ilmiah memang masih sedikit. Penelitian soal sejarah juga masih kurang,” katanya.

Yusuf menilai, sejauh ini sejarah Kudus lebih cenderung ke arah folklor. Sehingga, pada akhirnya menjadi mitos.

”Lebih bagus ketika ada penelitian ilmiah. Sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan, Pemkab Kudus perlu berdiskusi dengan sejarawan dan akademisi terkait hal ini. Tujuannya untuk menggali lebih dalam soal sejarah dengan kajian yang ilmiah.

”Pemkab Kudus harus lebih peduli tentang sejarah. Sehingga generasi penerus bisa memahami bagaimana sejarah Kudus dahulunya,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Dani Agus

bangunan bersejarah di kudusinfo kuduskajian ilmiah sejarah kudus minimMuriaNewspotensi sejarah kudussejarah kudus