Kejuaraan Tenis Meja ASEAN

Kalah dari Juara SEA Games, Ganda Putra Indonesia Harus Puas Dapat Perunggu

Pasangan Ganda Putra Indonesia Hafidz Nuur Annafi -Rafanael Nikola Niman sipaksa bekerja keras saat bertarung dari pasangan Singapura Chew Zheyu Calarence-Poh Shao Feng Ethan. (Murianews/Budi Erje)

MURIANEWS, Bangkok – Pasangan Ganda Putra Indonesia Hafidz Nuur-Rafanael Nikola Niman akhirnya harus puas hanya mendapatkan medali perunggu di Southeast Asian Table Tennis Championship (SEATTC) 2022.

Medali itu diraih setelah mereka menelan kekalahan dari pasangan Singapura yang juga mantan juara SEA Games Vietnam, Chew Zheyu Calarence-Poh Shao Feng Ethan dengan skor 1-3 di semifinal ganda putra, Senin (27/6/2022) sore.

Permainan Hafidz-Rafanael di pertandingan ini sebenarnya sudah sangat luar biasa. Secara keseluruhan mereka masih bisa memberikan perlawanan. Di set pertama mereka tertinggal 4-11, sebelum kemudian bangkit memenangkan pertandingan di set kedua dengan 11-8.

Baca: Perorangan Dimulai, Indonesia Dipaksa Kerja Keras

Memasuki set ketiga, mereka masih terus mencoba memberikan perlawanan untuk bisa mencuri kemenangan lain. Namun pasangan Singapura ini nampak lebih memiliki pengalaman bertanding yang lebih baik.

Rafanael yang mengandalkan flix backhand, seringkali mematikan pasangan Singapura di set kedua. Namun memasuki set ke-3 pasangan Singapura nampak cerdik dengan melakukan perubahan dalam permainan mereka.

Pasangan Singapura ini akhirnya dengan jeli membuat Rafanael tidak bisa banyak melakukan flix backhand andalannya. Sementara Hafidz Nuur juga dibuat banyak mati langkah dalam mengejar bola pengembalian mereka. Pada set ketiga ini, meski tetap memberikan perlawanan sangat baik, pasangan ganda putra Indonesia kalah 8-11.

Baca: Ganda Putra PTM Sukun Pulang Bawa Medali Perunggu

Dengan ketinggalan 1-2 di skor game, Hafidz-Rafanael tidak memiliki pilihan selain harus merebut kemenangan di set ke-4. Namun lagi-lagi pengejaran mereka terhadap lawan di pengumpulan poin, tidak berlangsung bagus.

Pada awal permainan set ke-4, pasangan Indonesia bahkan sudah tertinggal 0-3. Kemudian terus menjauh hingga 1-8. Peluang bagi pasangan Indonesia semakin redup, setelah mereka mampu mencapai skor 10-2. Hafidz-Rafanael masih sempat merebut satu poin, sebelum kalah 3-11.

Dengan hasil ini, Hafidz-Rafanael hanya berhak mendapatkan medali Perunggu. Sedangkan pasangan Singapura, Chew Zheyu Calarence-Poh Shao Feng Ethan maju ke pertandingan final. Mereka akan menghadapi rekan senegara sediri, Yew En Koen- Quec Yong Izac.

Yew En Koen-Quec Yong Izac melaju ke final setelah mengalahkan pasangan kuat Thailand, Padasak-Sarayut dengan skor game 3-0. Pasangan Singapura ini bermain superior dengan berhasil menang 11-3, 11-3 dan 11-7.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Ganda Putra IndonesiaHafidz Nuur-Rafanael NimanKejuaraan Tenis Meja ASEAN