Belum Dapat Jatah Vaksin PMK, Ini Langkah Pemkab Pati

Pemeriksaan hewan ternak di salah satu pasar hewan Pati. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Kabupaten Pati, Jawa Tengah belum mendapatkan jatah vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Pemkab setempat pun menyiapkan langkah alternatif untuk menangani wabah tersebut.

Langkah-langkah ini di antaranya melakukan pengobatan pada ternak yang terindikasi terkena PMK, pemberian vitamin kepada ternak yang sehat agar tidak tertular PMK, dan melakukan penyemprotan di kandang-kandang.

”Kita juga melakukan koordinasi, (memberikan) informasi dan edukasi ke pedagang hewan dan peternak melalui petugas lapangan, baik dokter hewan, paramedis, inseminator dan PPL,” ungkap Bupati Pati Haryanto saat Rapat Paripurna, Jumat (24/6/2022).

Baca: Dispertan Pati Belum Dapat Jatah Vaksin PMK dari Pusat, Ini Sebabnya

Selain itu, pada beberapa pekan lalu, pihaknya juga melakukan penutupan pasar selama dua pekan, mulai 2 Juni 2022 hingga 16 Juni 2022. Serta dibuka kembali pada Kamis (17/6/2022).

“Penutupan pasar untuk sementara waktu guna mencegah semakin meluasnya penularan (PMK),” lanjut Haryanto.

Pihaknya juga membentuk tim Unit Respon Cepat Dispertan Kabupaten Pati guna mencegah dan melakukan penanganan PMK. Tim ini terdiri dari dokter hewan, mantri hewan, inseminator dan penyuluh pertanian.

”(Kami juga) membentuk tim Unit Respon Cepat Penanganan PMK tingkat Kabupaten yang melibatkan unsur Forkopimda dan instansi terkait dan membuat surat edaran kepada camat  agar disampaikan ke kepala desa terkait upaya pencegahan dan penanganan PMK,” tandas Haryanto.

Diketahui, hingga awal pekan ini ada 1.633 hewan ternak di Pati yang terindikasi terkena PMK. Hewan-hewan ternak ini terdiri dari 1.592 ekor sapi, 35 ekor kerbau dan 6 kambing.

Dari jumlah itu, 690 hewan ternak dinyatakan sembuh, 11 ekor sapi mati, 9 sapi dan 35 kerbau dipotong paksa.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

info muriapatiPMKVaksin PMK