Kisah Pengusaha Roti di Kudus Pernah Bangkrut karena Ditikung Kawan

Owner Roti Global Sugiharto menunjukkan kue kering yang diproduksinya. (Murianews/ VegaMa’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus — Roti Global di Kudus, Jawa Tengah, cukup dikenal. Pelangganya tersebar disejumlah daerah. Namun siapa sangka, usaha ini pernah bangkrut karena pemiliknya ditikung oleh kawannya.

Pemilik Roti Global, Sugiharto mengatakan, ia mulai berkecimpung di bisang usaha kue sejak tahun 1996. Sebelumnya sejak tahun 1986 hingga 1994, ia bekerja di salah satu perusahaan rokok di Surakarta, Jawa Tengah.

”Kemudian di tahun 1994 itu saya mulai freelance memasarkan kue di berbagai toko roti di Surakarta,” katanya, Sabtu (25/6/2022).

Pekerjaan sebagai freelancer penjual kue, dia lakukan selama satu tahun. Setelah itu, dia mencoba mengikuti program pelatihan kue di Jakarta.

”Karena sudah diajari membuat kue, di tahun 1996 saya memutuskan untuk membuat usaha roti sendiri di daerah Wonogiri,” ujarnya.

Berbekal ilmu pemasaran yang didapatkannya saat masih bekerja di perusahaan rokok, usaha kuenya maju pesat.

Produk rotinya juga diminati, bahkan saat itu dia pernah memiliki karyawan sebanyak 100 orang.

Nahas, pada tahun 2007 usaha kue yang dirintasnya itu gulung tikar. Pasalnya, beberapa pekerjanya dibajak oleh temannya.

”Pemegang resep, tenaga di bagian pemasaran, dan sopir saya keluar semua dan pindah ikut kerja teman saya,” sambungnya.

Alhasil, dia harus memutar otak. Untuk meraup rupiah, ia mencoba peruntungan menjadi seorang trainer yang mengajari orang untuk membuat roti. Dia menjalani pekerjaan sebagai trainer hingga tahun 2012.

”Dari Wonogiri saya kembali ke Kudus. Di Kudus saya kembali merintis usaha kue,” ujarnya.

Baca: Keluh Kesah Pengusaha Roti di Kudus saat Gandum dan Telur Mahal

Saat itu usahanya masih kecil-kecilan. Dia menawarkan kue buatanya baik kur kering maupun basah keliling menggunakan kendaraan sepeda motor.

Roti buatannya ditawarkan ke pedagang di pasar tradisional dan juga ke beberapa toko roti di Kudus.

Seiring berjalannya waktu, usahanya semakin maju. Pelanggan berdatangan untuk memesan.

Harga roti di tempatnya beragam. Dimulai dari harga Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu per pcs. Sementara kue basah dibanderol Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per pcs nya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Berita KudusInspirasikudusroti