Kena PMK, Delapan Sapi di Grobogan Mati

Pemeriksaan hewan di pasar hewan Kunden, Kecamatan Wirosari, Kamis (19/5/2022). (Murianews/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Jumlah kasus ternak dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) terus meningkat di Grobogan. Per Jumat (25/6/2022) kemarin, total kasus ternak terpapar PMK yakni 1233 ekor.

Dari total kasus itu, rinciannya yakni 1197 sapi, 33 kerbau, dan tiga kambing. Kasus aktif sebanyak 824 ekor, sedangkan jumlah ternak yang sudah sembuh ada 401 ekor.

Adapun ternak mati karena PMK yakni delapan ekor sapi. Enam sapi mati begitu saja sedangkan dua ekor dipotong paksa.

Baca: Khawatir Sapi Terpapar PMK, MUI: Warga Bisa Kurban Kambing

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan Riyanto mengungkapkan, masyarakat tetap bisa mengonsumsi daging ternak dengan PMK. Sebab, virus PMK tidak menular ke manusia.

Meski begitu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar tidak menjadi sumber penularan. Salah satunya, pemotongannya harus dalam pengawasan petugas.

”Lokasi pemotongan harus jauh dari ternak yang sehat. Kemudian setelah proses pemotongan, baik tempat pemotongan maupun peralatan, hingga pakaian orang yang terlibat dalam proses pemotongan harus segera dibersihkan,” paparnya.

Selain itu, jeroan tidak boleh dicuci di saluran air. Selain itu, jeroan juga harus direbus dulu sebelum dibagikan atau dijual.

”Daging tidak usah dicuci, langsung dimasak saja,” imbuh Riyanto.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, meski PMK merebak di Grobogan, namun Riyanto memastikan kebutuhan untuk kurban tetap aman.

Sebab, Grobogan menjadi sentra sapi potong, memiliki 200 ribu sapi potong. Sedangkan, kebutuhan untuk kurban hanya sekitar 10.000 ekor.

Sebagai informasi iduladha akan jatuh pada 9 Juli 2022, atau sekitar dua pekan dari hari ini.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

#iduladhaGROBOGANinfo muriaPMKPMK Grobogan