Kisah Melamar Gadis dari Tradisi Jondang Kawak Jepara

Jondang diarak dalam tradisi Jondang Kawak di Desa Kawak, Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Tradisi Jondang Kawak sarat dengan makna filosofis. Tradisi itu kini menjadi identitas bagi Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Jepara, Jawa Tengah.

Petinggi Desa Kawak, Eko Hery Purwanto, mengatakan bahwa Jondang adalah warisan leluhur.

Jondang sendiri adalah kayu berbentuk persegi panjang. Ukurannya 1 meter X 40 sentimeter. Pada bagian tengahnya, diberi lubang untuk menaruh seserahan.

Dulu, kata Hery, Jondang dijadikan tempat seserahan untuk melamar gadis. Seserahan-seserahan yang umum dibawa saat lamaran ditaruh Jondang dan dipikul sampai ke rumah calon mempelai putri.

”Dulu Jondang dibuat membawa seserahan orang melamar. Ada juga yang dijadikan tempat menaruh barang-barang dapur,” kata Hery, Kamis (23/6/2022).

Baca: Festival Jondang Kawak Jepara, Sedekah Bumi Tanda Syukur

Hery menyampaikan, saat ini Jondang sudah mulai dilupakan masyarakat. Acara lamaran dalam pernikahan sudah jarang yang menggunakan Jondang untuk seserahan.

”Tapi, ke depan kita akan mengajak masyarakat untuk kembali melestarikan Jondang dalam acara-acara pernikahan,” ujar Hery.

Hery menambahkan, kata Jondang kerap dimaknai dengan berbagai penafsiran. Ada yang menafsiri ”jodohnya ngandang”, ”rezekinya ngandang” sampai dimaknai sebagai bentuk kemakmuran.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

berita jeparajeparajondang kawak