Rokok Klobot PR Sukun Tarik Perhatian Museum Ranggawarsita

Pekerja PR Sukun tengah melinting rokok klobot. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Rokok klobot produksi PR Sukun, di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menarik perhatian pengkaji sejarah yang juga Subkoordinator Urusan Pelestarian Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Semarang, Laila Nur Hayati.

Laila, beserta rombongan sempat mengunjungi PR Sukun untuk mencari data dan menambah literasi guna melakukan kajian pada benda koleksi Museum Kretek Kudus beberapa waktu lalu.

”Kami ke PR Sukun dan melihat bagaimana rokok klobot dibuat. Menarik melihatnya, bagaimana dalam satu meja ada empat orang ibu-ibu pembuat rokok klobot dengan cara yang tradisional,” katanya dalam Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Kretek Kudus di @HOM Hotel Kudus, Kamis (16/6/2022).

Laila pun menceritan bagaimana suasana di tempat produksi rokok klobot PR Sukun itu. Mulai dari semua pekerja yang rata-rata adalah wanita, hingga lincahnya mereka melinting tembakau dengan kulit jagung.

”Tiap orang menghadap satu tampah berisi tembakau, kemudian mereka melintingnya dan mengikatnya dengan benang warna merah atau hijau. Menariknya adalah setelah itu ujung rokoknya dicelupkan ke air gula untuk perasa manisnya,” ujarnya.

Baca: Orisinalitas dan Padat Karya PR Sukun Diacungi Jempol

Kulit jagung tersebut disetrika menggunakan setrika arang hingga menjadi lurus dan mudah dilinting (digulung) layaknya rokok umum.

Bentuk rokok setelah dilinting juga sangat berbeda dibanding rokok pada umumnya. Rokok klobot, akan berbentuk kerucut setelah dilinting menggunakan tangan.

Ia menyebutkan, dari keterangan PR Sukun jumlah produksi rokok klobot disesuaikan dengan pesanan. Ketika pesanannya banyak, maka jumlah produksinya juga akan ditambah.

“Jadi produksi rokoknya tidak menentu di tiap harinya,” pungkasnya.

Bungkus rokok klobot memang berbeda 180 derajat dari rokok kretek maupun filter. Jika rokok lain terbuat dari kertas, bungkus rokok klobot ini terbuat dari kulit jagung.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoh

Berita KuduskudusPR Sukunrokok klobotrokok kudus