Luhut Hapus Minyak Goreng Curah Secara Bertahap, Dianggap Kurang Higienis

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (dok. Maritim.go.id)

MURIANEWS, Jakarta – Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah berencana menghapus minyak goreng curah secara bertahap. Sehingga yang beredar di pasaran nanti minimal adalah minyak goreng kemasan sederhana.

Menko Kemaritiman dan Investasi itu menganggap bahwa minyak goreng curah tidak higienis untuk dikonsumsi masyarakat. Sehingga peredarannya secara bertahap akan dikurangi.

”Kami juga minta nanti secara bertahap tidak ada lagi minyak goreng curah, menuju kemasan sederhana, karena itu kurang higienis,” ujar Luhut, dikutip dari detik.com, Jumat (10/6/2022).

Baca: Luhut: Beli Minyak Goreng Curah Harus Scan QR Code

Luhut melanjutkan, upaya penghapusan minyak goreng curah itu juga akan dilakukan oleh perusahaan, sehingga nantinya akan ada harga tetap.

”Itu yang sedang kami kerjakan dan banyak pengusaha yang akan melakukan hal itu dengan harga tetap,” imbuhnya.

Sebelumnya, wacana penghapusan minyak goreng curah sempat bergulir tahun lalu. Rencananya, Kementerian Perdagangan bakal menghapus minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022. Namun, kebijakan itu dibatalkan.

Baca: Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut, Panic Buying Terjadi di Pati

Alasan dari keputusan tersebut ada beberapa pertimbangan, pertama melihat kondisi pandemi yang penuh ketidakpastian. Kedua karena masih tingginya harga CPO atau minyak sawit mentah.

Bahkan sudah sempat ada aturan yang menetapkan minyak goreng curah dihapus. Hal itu tertera dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 Tahun 2020 Tentang Minyak Goreng Sawit Wajib Kemasan.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

kurang higienisminyak goreng curahminyak goreng curah dihapus