DPR Desak Arab Saudi Libatkan Negara Pengirim Jemaah untuk Tentukan Biaya Haji

Ilustrasi (Dok. MURIANEWS)

MURIANEWS, Jakarta – Komisi VIII DPR RI mendesak Pemerintah Arab Saudi untuk melibatkan negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia untuk menentukan biaya haji. Sebab, kenaikan biaya haji secara mendadak juga beresiko saat keberangkatan.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Marwan Disopang mengatakan, kenaikan biaya yang secara mendadak, tentunya juga akan memberatkan bagi nebara pengirim. Sebab, instansi terkait harus melakukan rencana mendadak untuk menambah anggaran.

“Kalau saya mengusulkan harus, kalau oke tidak bisa umpamanya ayo beberapa negara yang menjadi pelopor, supaya Saudi itu memberi ruang bagi negara-negara pengirim jamaah haji untuk diikutsertakan, paling tidak tidak hanya berkaitan dengan hukum-hukum ibadah, tetapi proses pun diikutkan, sehingga segala sesuatu yang muncul pembiayaan, negara-negara pengirim akan paham itu,” katanya, dikutip dari Sindonews.com, Jumat (3/6/2022).

Baca: Biaya Haji Siap Ditransfer ke Kerajaan Arab Saudi, Kapan Mulai Berangkat ke Tanah Suci? 

Marwan mengakui saat ini pihak Arab Saudi menyampaikan bahwa itu merupakan negaranya, sehingga terkait penyelenggaraan haji ini menjadi otoritas dari pemerintahan Arab Saudi. Tetapi perlu diingat juga bahwa haji merupakan ibadah untuk umat Islam secara keseluruhan.

Sehingga, ada proses kompromi dari berbagai biaya yang muncul dalam pelaksanaan ibadah haji dan tidak ujug-ujug ada penambahan biaya mencapai sekitar SAR 4.300 per jamaah.

Baca: Heboh! Menag Yaqut Usul Tambahan Dana Operasional Haji Sebesar 1,5 Triliun

“Nah, ketika itu harus ada kesinambungan antara hak melaksanakan ibadah dan biaya yang muncul yang harus ada kompromi dan tidak tiba-tiba langsung Masyair dan ditambah SAR 4.300 itu luar biasa,” ungkapnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Sindonews.com

arab saudiBiaya HajiKomisi VIII DPR RI