Pria di Kudus Ini Berani Resign Kerja demi Woodcraft

Perajin woodcraft, Ainur Rohman menata berbagai produknya di tempat kerjanya. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Ainur Rohman, seorang pria asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memilih memasrahkan masa depan hidupnya melalui woodcraft. Ia pernah bekerja di sebuah perusahaan yang memberinya gaji besar, namun ia tinggalkan demi kerajinan kayu tersebut.

Ia membangun usaha sendiri dari kecintaanya dengan woodcraft. Meski harius meninggalkan pekerjaan di sebuah sebuah pabrik furnitur di Semarang.

Dia menjalani profesinya sebagai seorang desainer furnitur di pabrik tersebut selama lima tahun. Tepatnya pada kurun waktu 2015 hingga 2020 silam.

Job desk pekerjaannya saat itu mendesain kursi, lemari, meja, dan furnitur lainnya. Namun, saat pandemi Covid-19 merebak, ia pun memilih resign.

Salah satu produk woodcraft yang dibuat Ainur Rohman. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Ia sempat menganggur selama tiga bulan. Pada akhirnya dia memilih membuka usaha kerajinan woodcraft yang fokusnya mengarah ke jasa membuat desain interior rumah.

“Karena saya mikirnya sudah punya keahlian di bidang itu. Akhirnya saya coba saja,” sambungnya.

Baca: Pria di Kudus Ini Sulap Karung Goni jadi Kerajinan Penghasil Cuan

Akhirnya di 2020 dia mengontrak bangunan dengan luas 10 meter x 15 meter. Lokasinya di Jalan Lingkar Utara panjang. Usahanya itu diberi nama Berkah Kreasi Bersama.

“Akhirnya kontrak di sini dengan biaya sewanya Rp 10 jutaan setahun,” ujarnya.

Ayah dua anak itu mengaku saat ini penghasilannya tidak sebanyak seperti saat masih bekerja di pabrik furnitur di Semarang. Namun, dia mengaku ingin berjuang lagi dari awal.

“Ibaratnya mbabat alas dulu. Dijalani saja namanya juga berjuang,” ungkapnya.

Di tempatnya, dia melayani beragam pesanan. Seperti desain interior rumah, kitchen set, furnitur, mubel, wodden craft, flooring vinyl, tabulampot (tanaman buah dalam pot), terakota, dan lainnya.

Ainur menggunakan kayu jati belanda, palet dan HPL multiplex untuk bahan produksi.

Baca: Kreatif! Perempuan di Kudus Ini Sulap Stocking jadi Kerajinan Bunga Hias

Dia mengatakan, pembeli dapat memesan custom sesuai yang diinginkan. Perihal harga menyesuaikan dari tingkat kesulitan produk yang dipesan.

“Paling murah dimulai Rp 40 ribu sampai paling mahal ya seperti lemari. Karena untuk lemari itu per meternya Rp 1 juta,” sambungnya.

Selain lemari, Ainur mengaku pernah mendapatkan pesanan kitchen set senilai Rp 9 juta. Saat ini usahanya terus berkembang.

 

Foto: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Berita Kudusinfo kudusJatengkabar kuduskerajinan kayukuduskudus hari iniwoodcraft