Terlantar Bertahun-tahun, Nenek di Grobogan Ini Dievakuasi

Nenek Suwarni, saat dievakuasi Dinsos Grobogan bersama Balai Margo Laras Pati ke Panti Mandiri Lansia di Semarang, Selasa (24/5/2022). (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Suwarni (81), nenek yang tinggal di gubuk di Jalan Raden Patah, Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan, Kabuapaten Grobogan dievakuasi ke Panti Lansia.

Nenek 81 tahun itu dievakasi lantaran hidup sebatang kara dan terlantar selama bertahun-tahun. Hidupnya, hanya mengandalkan uluran tangan dari tetangganya.

Suaminya, sudah meninggal 40 tahun lalu. Sementara, anak semata wayangnya tinggal di Medan. Namun, sudah lama tak ada jalinan komunikasi dengannya.

Baca: Nenek Surati, Tunanetra yang Tinggal Sebatang Kara di Gubuk Reyot Grobogan

“Anaknya katanya di Medan, suaminya sudah meninggal 40 tahun lalu. Saudaranya jauh-jauh, tidak tahu. Pak RT, Pak RW di sini tidak tahu. KK-nya sudah sendiri,” kata Kepala Dinsos Grobogan Edy Santoso, Selasa (24/5/2022).

Edy mengatakan, sebelum tinggal di gubuk ala kadarnya itu, Suwarni hidup berpindah-pindah dan mengandalkan belas kasihan. Belakangan, saat warga mengetahui keberadaannya, nenek renta itu dibuatkan gubuk untuk tempat tinggal.

“Warga berinisiatif membuatkan tempat sederhana. Tapi kan, tidak mungkin selamanya di situ,” tambahnya.

Pihak Dinsos Grobogan yang mengetahui informasi tersebut langsung menuju ke lokasi untuk melakukan asesmen. Bersama dengan Balai Margo Laras Pati sebagai perwakilan pihak Kementrian Sosial, Suwarni kemudian dibawa ke Panti Mandiri Lansia di Pucang Gading, Semarang.

“Kami bawa bersama RW dan Puskesmas Grobogan, kemudian Margo Laras, ke Panti Mandiri di Semarang agar mendapat penanganan, perawatan dan kebutuhan sosial,” kata dia.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

GROBOGANinfo murianenek terlantar