Seratusan Guru di Kudus Siap jadi Guru Penggerak

Lokakarya Guru Penggerak di Kudus yang digelar di Hotel Griptha. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Seratusan guru di Kabupaten Kudus kini siap menjadi calon guru penggerak yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Mereka berasal dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP SMA hingga SMK.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Dian Vitayani mengatakan, awalnya Kudus hanya mendapatkan kuota 62 calon guru penggerak saja. Namun setelah diseleksi, ternyata antusiasnya cukup banyak.

“Ternyata antusiasnya baik, sampai melebihi kuota. Ada 110 yang akhirnya menjadi calon guru penggerak,” katanya di sela lokakarya pendidikan guru penggerak angkatan lima, di Hotel Griptha, Sabtu (21/5/2022).

Mereka terdiri dari delapan calon guru penggerak dari PAUD, 51 dari SD, 22 dari SMP, 18 dari SMA, 10 dari SMK, dan satu calon guru penggerak dari sekolah luar biasa (SLB).

Baca: Program Guru Penggerak Diminta Berkelanjutan dan Terukur

Calon guru penggerak tersebut akan mengikuti pendidikan terlebih dahulu selama enam bulan sebelum nantinya disahkan menjadi guru penggerak. Menurutnya, yang ditekankan dalam menjadi guru penggerak, yakni kepemimpinan untuk menjadi penggerak di komunitasnya.

“Bisa jadi penggerak untuk siswa atau sesama guru yang kurang produktif. Endingnya juga nanti akan memiliki generasi siswa yang memiliki enam profil pelajar Pancasila. Yakni beriman, mandiri, kreatif bernalar krotis, kebhinekaan global, hingga gotong royong. Itu yang diperlukan siswa,” jelasnya.

Baca: Kurikulum Prototype juga Bisa Diujicobakan di Sekolah non Penggerak, Tapi?

Sementara, Penanggung Jawab Lokakarya dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika Kemendikbud Ratna Herawati menjelaskan, lokakarya untuk calon guru penggerak merupakan diklat atau pendidikan yang harus dilalui selama enam bulan.

“Kegiatannya nanti secara daring dan luring selama enam bulan. Pengajarnya ada fasilitator, instruktur, pendamping, dan pengajar praktik,” ucapnya.

Guru penggerak saat sudah disahkan nanti, sambung dia, akan menjadi pasukan khusus yang akan menjadi agen perubahan pembelajaran.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Berita Kudusguru penggerakinfo kudusJatengkabar kuduskuduskudus hari ini