Terbukti Korupsi, Eks Kades Jenengan Grobogan Divonis Dua Tahun Tiga Bulan

Suasana sidang vonis terhadap terdakwa Agus Suseno dalam kasus korupsi lelang tanah kas desa, di Pengadian Tipikor Semarang, Kamis (19/5/2022). (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Terdakwa kasus korupsi, Agus Suseno yang merupakan mantan Kepala Desa (Kades) Jenengan, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan divonis dua tahun tiga bulan.

Sidang pembacaan vonis dilakukan di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (19/5/2022). Atas putusan itu, terdakwa belum memberikan tanggapan apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan.

Dalam sidang, terdakwa dinyatakan bersalah. Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi, yakni menyalahgunakan dana hasil lelang tanah kas desa.

Baca: Korupsi Bansos Grobogan, Ini Cerita Korbannya

Tak hanya itu, terdakwa juga terbukti menyalahgunakan dana hasil penarikan pajak bumi dan bangunan (PBB) di Desa Jenengan. Itu dilakukan pada 2015 lalu.

Terdakwa dinilai telah melakukan kejahatan untuk menguntungkan dirinya sendiri. Ia juga dinilai telah menyalahgunakan wewenangan saat menjabat Kepala Desa Jenengan.

Dia dijerat Pasal 3 juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang PTPK.

Selain dijatuhi hukuman dua tahun tiga bulan bui, dalam amar putusan Majelis Hakim yang dipimpin Joko Satpono itu, Agus juga dijatuhi denda Rp 100 juta, subsider kurungan tiga bulan.

Selain itu, Agus juga wajib membayar uang pengganti sebesar Rp 106,4 juta. Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti dengan tenggat waktu satu bulan setelah putusan, maka harta bendanya disita.

Harta milik terdakwa tersebut kemudian akan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Sedangkan, apabila terdakwa tidak memiliki harta benda dengan nilai tersebut, maka diganti dengan kurungan selama sembilan bulan.

“Atas putusan tersebut, penuntut umum maupun penasihat hukum terdakwa mengambil sikap pikir-pikir selama tujuh hari,” kata Kasi Intelijen Kejari Grobogan Frengki Wibowo.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

desa jenenganEks Kades JenenganGROBOGANinfo muriaKorupsi