Ramah Lingkungan, Jadi Alasan Perempuan Kudus Ini Bikin Produk dari Ecoprint

Owner Unique and Chic Ecoprint, Fajarina Tri Endarti menujukan produk ecoprint buatannya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Fajarina Tri Endarti Owner Unique and Chic Ecoprint Kudus, kini mengembangkan berbagai produk kerajinan tangan menggunakan ecoprint. Semangat ramah lingkungan yang menjadi alasan ia memilih ecoprint.

Rina-sapaan Fajarina Tri Endarti biasa menggarap ecoprint di kediamannya di RT 02, RW 01, Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Rina mulai membuat ecoprint pada akhir tahun 2019 silam. Dia tertarik membuat ecoprint karena keunikannya.

“Unik dan suka karena satu daun hanya bisa digunakan satu kali pembuatan ecoprint. Selain itu ecoprint kan ramah lingkungan,” katanya, Rabu (18/5/2022).

Baca: Emak-Emak di Kudus Bikin Ecoprint dari Daun Tak Terpakai

Awalnya dia tidak begitu paham membuat ecoprint. Namun, dia terbantu oleh rekannya di Jakarta yang sudah terbiasa membuat ecoprint.

“Selain itu saya belajar dari YouTube. Seperti bahan yang digunakan, motif-motif ecoprint, daun-daun yang dipakai, dan lainnya,” sambungnya.

Saat ini Rina menggunakan beragam dedaunan untuk ecoprint buatannya. Mulai dari daun jati, daun mangsi, daun kenikir, dan daun eucalyptus.

“Saya seringnya menggunakan daun jati. Karena warna yang dihasilkan awet. Daunnya juga mudah didapatkan. Peluang untuk berhasil itu besar ketika menggunakan daun jati,” terangnya.

Perempuan 47 tahun itu biasa membuat ecoprint menggunakan kain katun dan kain sutra. Ukurannya beragam. Di antaranya ukuran 180 cm x 215 cm dan ukuran 200 cm x 115 cm.

Berbagai produk ecoprint dibuatnya. Seperti slayer, kerudung, baju pria, baju wanita, mukena, sajadah, dan totee bag.

Baca: Melihat Pembuatan Batik Ecoprint di Kudus yang Mempesona dan Ramah Lingkungan

Harga produk tersebut bervariasi. Produk slayer dijualnya seharga Rp 60 ribu. Produk kerudung dimulai dari harga Rp 125 ribu hingga Rp 200 ribu.

Kemudian, produk baju wanita dijual seharga Rp 250 ribu sampai Rp 400 ribu. Harga yang sama berlaku untuk produk baju pria.

Lalu, produk totee bag di tempatnya dijual seharga Rp 125 ribu hingga Rp 150 ribu. Sementara harga produk mukena dari ecoprint di tempatnya dijual dengan harga Rp 300 hingga Rp 400 ribu. “Kalau sajadah harganya Rp 170 ribu. Sarung bantal harganya Rp 225 ribu,” jelasnya.

Permintaan produksi ecoprint buatanya datang dari berbagai daerah. Seperti Kudus, Purworejo, Kebumen, Jakarta, Sidoarjo, dan beberapa daerah di Kalimantan.

Penjualan produk ecoprint di tempatnya dilakukan lewat online via jejaring sosial Facebook dan juga marketplace Tokopedia. Selain itu dia juga mempersilahkan konsumen datang langsung ke kediamannya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Berita KudusEcoprintinfo kudusJatengkabar kuduskuduskudus hari ini