Pria di Kudus Ini Sulap Karung Goni jadi Kerajinan Penghasil Cuan

Taufiq menunjukkan produk kerajinan tangan dari bahan karung goni. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Karung goni bekas menjadi produk bernilai jual dan sumber cuan di tangan Taufiq. Pria asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, itu berhasil membuat berbagai kerajinan tangan dari karung goni.

MURIANEWS mengunjungi di kediamannya RT 04, RW 01, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Di tempat ini terdapat beragam kerajinan tangan berbahan dasar karung goni yang diproduksi. Seperti peci, dompet, boneka, baki lamaran, suvenir pernikahan, dan lainnya.

Taufiq memulai kerajinan dari karung goni itu pada awal 2020 silam. Saat itu dia dimintai tolong oleh rekannya membuat baki hantaran pengantin yang diisi dengan suvenir berbahan dasar karung goni.

“Awalnya itu saya kan sudah punya usaha bikin baki hantaran pengantin. Tetapi untuk pertama kalinya ada yang minta isian bakinya berbahan karung goni,” katanya, Selasa (17/5/2022).

Baca: UMKM Peci Goni Kudus Mejeng di Forum G20 di Yogyakarta

Singkat cerita, setelah menyelesaikan baki isian produk dari karung goni, beberapa kain goni itu masih tersisa. Dia hendak menjualnya, tetapi butuh waktu lama untuk laku.

“Akhirnya muncul ide untuk coba buat suvenir dari karung goni. Seperti dompet, boneka, peci, dan lainnya,” sambungnya.

Sering berjalannya waktu, peminat produk kerajinan tangan dari karung goni di tempatnya semakin banyak.

Produk dari karung goni itu diberi nama Al Hamdulilah Craft. Saat ini pesanan produknya berdatangan dari berbagai daerah seperti Kudus, Jepara, dan Rembang.

“Akhirnya ya sudah saya putuskan untuk terus buat sampai sekarang ini,” sambungnya.

Baca: Kerajinan dari Karung Goni Buatan Warga Kudus Ini Laris Hingga ke Jerman dan Mesir

Harga produk di tempatnya beragam. Hiasan dinding dijualnya seharga Rp 15 ribu hingga Rp 125 ribu. Sedangkan untuk produk boneka berkisar Rp 35 ribu sampai Rp 70 ribu.

Sedangkan untuk dompet seharga Rp 50 hingga Rp 70 ribu. Taufiq juga membuat peci goni seharga Rp 50 ribu.

Harga yang lebih murah ada di produk suvenir pengantin, yakni seharga Rp 15 ribu. Sementara paling mahal yaitu produk baki lamaran berisi produk dari goni seharga Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

“Untuk produk peci, hiasan dinding, dan boneka saya bisa buat sehari masing-masing produk itu 20 pcs. Kalau dompet lumayan lama bikinnya. Sehari paling satu produk,” ujarnya.

Dia menyelesaikan keseluruhan produknya seorang diri. Pemasarannya dilakukan secara offline dan online.

“Pemasarannya offline di toko saya ini. Kalau online saya pasarkan di Facebook, Instagram, dan lewat status di WhatsApp,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Berita Kudusinfo kudusJatengkabar kuduskarung goniKerajinankuduskudus hari ini