METRO JATENG

63 Warga Binaan di Jateng Terima Remisi Khusus Waisak

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, A. Yuspahruddin. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Kementerian Hukum dan HAM RI melalui Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah memberikan Remisi Khusus Hari Raya Waisak kepada 63 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Budha. Besaran remisi yang diperoleh WBP berbeda-beda, yaitu antara 15 hari hingga 2 bulan.

Untuk Hari Raya Waisak tahun ini, semua hanya mendapatkan Remisi Khusus I atau pemotongan masa hukuman biasa. Tidak ada yang mendapatkan Remisi Khusus II atau langsung bebas setelah mendapatkan remisi.

Ada 13 lapas atau rutan dari total 46 di Jawa Tengah yang WBP-nya berhak mendapatkan remisi. Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan menjadi UPT yang WBP-nya paling banyak mendapatkan remisi, yaitu 19 orang.

Sementara apabila dilihat dari kasusnya, yang paling banyak menerima remisi adalah WBP kasus narkotika, yakni 56 orang. Selebihnya adalah WBP terpidana umum.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, A Yuspahruddin menegaskan bahwa remisi merupakan hak WBP yang diberikan berdasarkan peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Tujuan pemberian remisi bukan sekedar pengurangan masa pidana.

“Remisi merupakan reward atau penghargaan bagi narapidana atas segala hal positif yang telah dilakukan selama menjalani masa pidana,” jelasnya, Senin (16/5/2022).

Remisi juga sebagai apresiasi atas perilaku mereka yang tidak melanggar aturan, yang ikut dalam program pembinaan, dan tentu semua sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Di sisi lain, remisi merupakan motivasi bagi narapidana untuk selalu berkelakuan baik.

“Yang tak kalah penting, remisi sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan pembinaan di Lapas dan Rutan,” imbuhnya.

Adapun pemberian Remisi Khusus Hari Raya Waisak Tahun 2022 juga berdampak pada penghematan anggaran. Pemberian remisi akan mengurangi masa hukuman seorang narapidana. Sehingga akan memangkas biaya belanja bahan makanan narapidana tersebut.

Bila dikalkulasi secara finansial, remisi khusus kali ini dapat menghemat anggaran sebesar Rp 51 juta dengan catatan seorang WBP menghabiskan Rp 19 ribu per hari untuk biaya makannya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Reporter: Supriyadi

JatengkemenkumhamRemisiWaisak