Buat yang Suka Belanja Online, Waspadai Kejahatan Ini di Momen Besar

Foto: Ilustrasi (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus- Belanja online atau berbelanja di marketplace saat ini sudah menjadi gaya hidup banyak orang. Banyaknya kemudahan dalam belanja online ini menjadi salah satu daya tariknya.

Selain itu, barang yang ditawarkan dalam secara online ini juga sangat banyak ragamnya. Bahkan, harganya seringkali ada diskon cukup besar sehingga mengundang orang buat belanja.

Meski demikian, bagi yang suka belanja online sebaiknya perlu bersikap waspada. Pasalnya, ada bahaya serangan phising yang mengintai. Yakni, dengan membuat tautan ke situs palsu untuk mengambil informasi korban.

Baca juga: Ciptakan Pasar Online, Cara Dua Pemuda di Kudus Cegah Pedagang dan Pembeli Terpapar Corona

Bahaya phising ini seringkali terjadi saat belanja online pada momen-momen tertentu. Seperti datangnya bulan Ramadan dan Lebaran.

“Belanja online dan pembayaran elektronik adalah bagian penting dari kegiatan perayaan dan liburan,” kata manajer umum Kaspersky di Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, dalam siaran pers, dikutip dari Solopos.com, Selasa (29/3/2022).

Tiong melihat teknik penyebaran phising belakangan ini bukan lagi secara acak, penjahat siber memperhatikan tren dan hari besar lokal. Email berisi phising dan situs web palsu juga dipersonalisasi.

Penelusuran Kaspersky secara umum menunjukkan halaman phising paling sering dirancang untuk meniru toko online (17,61 persen), diikuti dengan portal internet global (17,27 persen), sistem pembayaran (13,11 persen) dan perbankan (11,11 persen).

Agar tidak terkena phising, jangan pernah mengeklik tautan yang tidak jelas. Baik itu melalui pesan instan, SMS atau email, terutama jika tidak kenal dengan pengirim.

Jika menggunakan dompet digital atau bank digital, kenali saluran komunikasi resmi platform tersebut, apakah nomor telepon, situs, email maupun akun pesan instan. Nyalakan juga autentikasi dua lapis (two-factor authentication) untuk memberi perlindungan tambahan pada akun.

Jangan pernah membagikan kode one-time password atau OTP kepada orang lain. Jika benar-benar harus membagikan akses akun ke pihak ketiga, pastikan ia adalah pihak yang bisa dipercaya.

Terakhir, saat berbelanja online, hindari melibatkan emosi supaya tidak terjebak penipuan online. Misalnya, diskon untuk perayaan tertentu seringkali diadakan dalam waktu yang terbatas. Selalu berpikir dua kali ketika berbelanja online untuk menghindari risiko penipuan.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: solopos.com

bahaya belanja onlineBelanja Onlinejangan klik sembarangankejahatan phisingmarketplaceMuriaNewsshopping