Konangan Petugas Saat Nebang Kayu di Kawasan Hutan, Dua Warga Grobogan Diamankan

Dua tersangka penebangan liar di Kecamatan Gabus dimintai keterangan pihak kepolisian. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Petugas gabungan dari Polsek Gabus dan Polhutmob KPH Gundih menangkap dua orang pelaku penebangan liar atau illegal logging di kawasan hutan. Tepatnya di petak 67 A2 wilayah RPH Dalen, BKPH Dalen, KPH Gundih yang ikut wilayah Desa Suwatu, Kecamatan Gabus.

Dua orang yang ditangkap sama-sama warga dari Kecamatan Gabus. Masing-masing, RK (35), warga Desa Keyongan dan NY (39), warga Desa Suwatu.

Kapolsek Gabus AKP Sunarto menyatakan keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kejadian ini, pihak Perhutani mengalami kerugian materiil kurang lebih sebesar Rp 3,9 juta.

Baca juga: Tersandung Ilegal Logging, Seorang Oknum Perhutani KPH Gundih Diamankan Polisi

“Para tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No.18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan,” ujar Kapolsek pada awak media, Minggu (23/1/2022).

Lebih lanjut Kapolsek menerangkan, kasus itu bermula saat petugas gabungan melakukan patroli hutan pada Jum’at (21/1/2022) sekitar pukul 17.00 WIB. Adapun rute patrol dimulai dari RPH Trembes, BKPH Segorogunung, sampai RPH Dalen, BKPH Dalen.

Kemudian pada pukul 18.00 WIB, saat istirahat di sekitaran petak 67 A2, petugas mendengar seperti suara pohon yang roboh. Merasa curiga, petugas lalu berusaha mencari asal sumber suara tersebut.

Setelah melakukan pencarian, petugas melihat ada dua orang yang sedang beristirahat di pinggir sungai. Di samping kedua orang itu, ada empat batang pohon jati yang sudah dipotong berbentuk persegi.

“Selanjutnya petugas dari Polsek dan Perhutani mengamankan dua orang tersebut (RN dan NY). Petugas kemudian menginterogasi dan benar kedua orang itu telah mengambil atau memotong kayu jati di petak 67 A2 yang letaknya tak jauh dari tempat tersebut,” tambah Kapolsek.

Berdasarkan keterangan tersangka, setelang ditebang, kayu tersebut rencananya akan diangkut dengan cara dipanggul untuk dibawa ke rumah tersangka.

“Total ada empat batang pohon kayu jati yang ditebang dengan menggunakan gergaji gorok bergagang. Kayu hasil penebangan itu rencananya mau dipakai untuk memperbaiki rumah,” terang AKP Sunarto.

Saat diinterogasi, tersangka RK mengakui perbuatan yang dilakukan bersama NY yaitu menebang kayu jati di lokasi tersebut tanpa izin dari pihak Perhutani. Mereka mengaku baru kali ini melakukan pencurian kayu di hutan.

Dalam pengakuannya, mereka menggunakan gergaji gorok bergagang kayu. Satu batang pohon kayu jati dapat dirobohkan dalam waktu 10 menit.

Atas kejadian tersebut, Kapolsek meminta kepada masyarakat untuk bersama–sama menjaga kelestarian hutan dan tidak melakukan penebangan liar.

“Penebangan liar dampaknya akan berimbas pada lingkungan, yaitu bencana alam dan kekeringan,” tutup Kapolsek.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Dani Agus

 

 

GROBOGANilegal loggingkonanganmaling kayuPetugas Gabungan