Dugaan Korupsi di Jatipecaron, Kejari Grobogan Periksa Delapan Saksi

Ilustrasi Kejaksaan Negeri Grobogan. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Dalam kasus dugaan korupsi di Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Grobogan telah memeriksa delapan saksi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Jatipacaron dilaporkan warganya terkait dugaan korupsi pengelolaan keuangan desa pada tahun anggaran 2019 dan 2020.

Kejari Grobogan sendiri memanggil sepuluh orang saksi untuk diperiksa. Namun hanya delapan yang memenuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan.

Adapun delapan saksi yang diperiksa, yakni berasal dari perangkat desa dan swasta. Kedelapan yang diperiksa tersebut berinisial DS, NC, M, KB, MS, S, CH, dan DY.

Baca juga: Pemdes Jatipecaron Grobogan Diduga Korupsi Anggaran Desa 2019-2020

Kasi Intel Kejari Grobogan Frengki Wibowo mengungkapkan, pihaknya masih mendalami keterangan para saksi terkait kasus tersebut. Pihaknya menyatakan membutuhkan waktu untuk mengungkap kasus tersebut sebab kasus berlangsung pada 2019 hingga 2020 silam.

“Karena ini kan dua tahun. Ada unsur perangkat desa dan swasta yang terkait. Dari 10 yang dipanggil, delapan yang hadir,” kata Frengki, Jumat (21/1/2022).

Meski status kasus tersebut sudah naik ke penyidikan, namun hingga hari ini belum ada tersangka. Frengki menerangkan, status penyidikan masih bersifat umum, sehingga belum ada tersangka dalam kasus tersebut.

“Penyidikan umum, jadi belum ada tersangka. Nanti masih banyak yang akan dipanggil lagi. Nanti kan berkembang,” tambahnya.

Dijelaskan Frengki, pihaknya juga belum menyita apa pun dari kasus tersebut. Pihaknya masih fokus melakukan pengumpulan keterangan para saksi. Pada pekan depan, Frengki memastikan akan ada lagi saksi yang akan dipanggil.

“Minggu depan ada lagi yang akan dipanggil,” terang Frengki.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi tersebut bermula dari laporan masyarakat. Pihak intel Kejari Grobogan lalu menindaklanjuti terkait adanya kemungkinan penyimpangan anggaran. Dari hasil temuannya, lalu kasus dilimpahkan ke Pidana Khusus (pidsus) Kejari Grobogan. Dan, benar saja ternyata memang terdapat kerugian negara.

“Untuk kerugiannya nanti kami akan minta bantuan ke Inspektorat,” pungkasnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

GROBOGANinfo groboganinfo muriaJatipacaronKasus KorupsiKorupsi di Desa jatipecaron