Prediksi Ahli, Gelombang Omicron Serang Jawa-Bali

Sejumlah warga di Kudus mengikuti vaksinasi lansia. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Jakarta- Epidemologi memprediksi bahwa gelombang omicron di Indonesia, kali pertama bakal menyerang Jawa-Bali. Waktunya pun dimulai pada awal Fabruari hingga Maret.

Bahkan lonjakan diprediksi bakal lebih besar dibandingkan kasus Covid-19 pada Juli 2021 lalu.

Hal itu dikungkapkan oleh Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman. Dilansir dari CNNIndonesia.com, Dicky menilai tingkat lonjakannya akan lebih besar dua kali lipat lantaran persebaran omicron persebarannya cenderung lebih cepat.

“Di Februari-Maret menjadi prediksi paling kuat, dan bisa jadi kasus Omicron bisa lebih banyak dari Delta, bisa dua kali setidaknya dari Delta,” kata Dicky, Kamis (13/1/2022).

Baca: Ancaman Gelombang Omicron, Warga Tak Perlu Panik

Dicky juga memprediksi jumlah lonjakan kasus Omicron di Indonesia akan terjadi secara bergiliran. Awalnya terjadi di Pulau Jawa-Bali lantaran jumlah penduduk dan mobilitas masyarakat yang tinggi, dan selanjutnya akan merambat di pulau-pulau lainnya.

Meski begitu, besar harapan kasus Omicron di Indonesia tidak menyebabkan fasilitas kesehatan nyaris kolaps, seperti yang terjadi pada Juli 2021. Omicron, lanjut Dicky, memiliki potensi perburukan gejala yang kecil.

Baca: Ancaman Gelombang Omicron, Luhut: Indonesia Jauh Lebih Siap!

“Kita negara kepulauan, jadi artinya Pulau Jawa-Bali duluan, nanti kemudian bergulir ke Sumatera, Kalimantan, dan seterusnya. Ini tentu karakteristik demografi yang akan mewarnai kurva pandemi gelombang ketiga kita,” tutup Dicky.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

epidemologfebruari-maretgelombang omicron