KALEIDOSKOP 2021

Perang Inovasi: Tesla Bot dan Metaverse

Elon Musk dan Mark Zuckerberg (Dok. Inc.com)

MURIANEWS, Jakarta – Perang inovasi terbarukan terjadi saat Pandemi Covid19. Pertarungan inovasi yang paling mencolok dilakukan dua orang yang masuk jajaran manusia terkaya dunia.

Dialah Elon Musk dan Mark Zuckerberg. Elon Musk menciptakan proyek Robot Humanoid bernama Tesla Bot. Sementara, Mark Zuckerberg membangun alam virtual bernama Metaverse.

Manakah yang akan memenangi pertarunganya. MURIANEWS akan mengulas singkat persaingan inovasi itu sebagai berikut.

 

Kepala Eksekutif/CEO Tesla, Elon Musk saat memperkenalkan robot humanoidnya Tesla Bot. (YouTube/Tesla)

Tesla Bot Gantikan Emak-Emak Belanja

Dengan teknologi, kedepan emak-emak tak perlu repot untuk berbelanja ke pasar. Emak-emak tinggal jalankan robot untuk berbelanja sesuai kebutuhan.

Khayalan itu sepertinya bakal segera menjadi kenyataan. Pasalnya, Kepala Eksekutif Tesla, Elon Musk berencana meluncurkan prototipe manusia buatan atau robot humanoid tahun depan.

Robot itu, nantinya bisa belanja ke pasar atau toko, bahkan memperbaiki mobil. Robot itu dinamai ‘Tesla Bot’.

Baca juga: Kabar Baik untuk Emak-Emak, Tesla Ciptakan Robot untuk Belanja ke Pasar

Dia dirancang untuk mengerjakan tugas-tugas berbahaya, berulang-ulang atau pekerjaan membosankan yang tidak semua orang mau melakukannya.

“Tesla bisa dibilang sebagai perusahaan robotika terbesar di dunia karena mobil adalah robot setengah hidup di atas roda. Masuk akal untuk membuat itu (Tesla Bot) ke dalam bentuk humanoid,” kata Musk saat mengenalkan Tesla Bot di Tesla AI Day di San Francisco, AS, Minggu (22/8/2021).

Musk mengatakan Tesla Bot nantinya berwarna hitam dan putih, dan memiliki tinggi sekitar 172 cm. Bentuknya menyerupai manusia serta bisa mengerjakan beragam tugas mulai dari memasang baut ke mobil dengan kunci pas atau belanja ke pasar maupun pertokoan.

Orang terkaya nomor dua di dunia versi Forbes ini juga mengungkapkan, harga manusia buatan itu nantinya dibikin tidak terlalu mahal. Sebab, robot humanoid itu akan berdampak besar terhadap perekonomian.

 

Ilustrasi Metaverse. (dok. Decentraland)

Dibangunnya Alam Virtual Metaverse

Mark Zuckerberg me-rebranding perusahaannya, Facebook.inc menjadi Metaverse atau Meta Platform.inc. Pengumuman itu disampaikannya sendiri dalam siaran di Facebook Reality Labs, Kamis (28/10/2021) malam.

Dalam siaran itu, juga dipresentasikan visi Meta sebagai teknologi untuk menjawab kebutuhan sosial di masa depan. Bos Facebook, Mark Zuckerberg mempresentasikan itu secara langsung.

“Platform dan media berikutnya akan lebih imersif. Internet yang diwujudkan di mana anda berada dalam genggaman, tidak hanya melihatnya. Dan kami menyebutnya Metaverse,” kata Mark Zukerberg dikutip dari Facebook Reality Labs.

“Anda akan dapat melakukan hampir semua hal yang dapat anda bayangkan. Berkumpul dengan teman dan keluarga, belajar, bermain, berbelanja, berkreasi serta kategori yang sama sekali baru yang tidak sesuai dengan cara kita berpikir tentang komputer atau ponsel saat ini,” lanjutnya.

Presiden Jokowi bahkan telah mewanti-wanti adanya teknologi terbarukan ini. Ia menceritakan pertemuannya dengan Bos Meta Platform.inc itu saat membuka Muktamar NU di Lampung.

Baca juga: Tertarik Beli Tanah di Metaverse? Ini Caranya

“Diajak saat itu main pingpong, tapi tidak ada bola pingpongnya, tidak ada mejanya. sama kaya main pingpong persis 100 persen. Tak Tok Tak Tok. Kringeten juga,” katanya dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

“Dia (kemudian) membisikkan. Ini baru awal, nantinya semuanya virtual, semua akan muncul yang namanya metaverse. Restoran virtual, kantor virtual, wisata virtual,” imbuhnya.

Jokowi pun mewanti-wanti untuk berhati-hati menyikapi kehadiran perkembangan ini. Ia juga mengingatkan keberadaan Metaverse nantinya akan mengubah peradaban.

“hati-hati menyikapi ini. Dan NU di dalam temanya, berkhidmat untuk peradaban dunia. Hati-hati memang peradaban itu harus kita pengaruhi agar maslahat bagi umat manusia di seluruh dunia, khususnya di negara kita Indonesia,” ujarnya.

“Nanti semuanya, dakwah virtual, pengajian virtual. Tetapi betul-betul ketemu seperti ini, bukan sekarang masih viccon, bukan. Metaverse akan mengubah. Saya tidak tahu, apakah karena pandemi menjadi dipercepat lima tahun atau 10 tahun. Tapi pasti datang. Oleh sebab itu kita harus siap,” lanjutnya.

Mark sendiri menyatakan siapapun bisa membeli tanah dan apapun di alam virtual itu. Pembeliannya dilakukan menggunakan uang kripto, seperti Binance, Sandbox, dan Axies.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Alam VirtualElon MuskMark ZuckerbergMetaversePerang InovasiRobot HumanoidTesla Bot