OPINI

Mengurai Problem Belajar Bahasa Inggris

Muslimin, M.Pd *)

MEMBICARAKAN mengenai problem belajar bahasa Inggris oleh siswa pada jenjang sekolah seolah tidak akan ada habisnya. Selalu saja ada cerita problem belajar sejak zaman dahulu hingga sampai pada zaman sekarang yang modern ini.

Hampir mayoritas siswa di bangku sekolah tidak menyukai pelajaran yang satu ini yaitu bahasa Inggris. Seandainya ada pertanyaan kepada siswa, apakah sulit atau mudah ketika belajar bahasa Inggris? Jawabannya hampir dipastikan mayoritas mengatakan sulit.

Lalu pertanyaan berikutnya apakah menyenangkan atau membosankan belajar bahasa Inggris? Hampir mayoritas siswa juga akan mengatakan membosankan. Inilah permasalahan yang real terjadi pada dunia pendidikan di negara kita dalam belajar bahasa asing yaitu bahasa Inggris. Hampir mayoritas siswa tidak menyukai pelajaran bahasa Inggris.

Padahal betapa pentingya bahasa Inggris untuk bekal sebagai alat komunikasi terlebih pada generasi zaman now agar mereka bisa mengikuti dan memberi warna dalam perkembangan zaman.  Karena saat ini tidak ada sekat lagi antarsatu negara dengan negara lain dalam hal berkomunikasi dan bekerja sama dalam berbagai hal.

Kita berada di dunia yang global dan kita butuh berhubungan, berkomunikasi dan berinteraksi dengan negara lain. Dan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang dipakai sebagai salah satu alat komunikasi dengan negara lain.

Dengan begitu, seharusnya menjadi sangat penting penguasaan bahasa Inggris bagi siswa semasa belajar di bangku sekolah. Dan ini sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.  Ada beberapa catatan mengapa belajar bahasa Inggris selama ini masih dianggap sulit bagi sebagian besar siswa.

Bahasa Inggris Secara Khusus

Pertama materi pelajaran bahasa Inggris yang diajarkan di sekolah masih mengajarkan bahasa Inggris secara general (umum). Artinya belum ada pembelajaran bahasa Inggris secara khusus dan spesifik.

Penulis menganalogikan bahasa Inggris sebagai rumah besar yang di dalamnya banyak sekali ruangan. Sementara ketika siswa diajak masuk kerumah besar itu, tidak dikasih tahu secara detail setiap ruangan dan kegunaannya ruangan itu.

Analogi ini saya hubungkan bahwa dalam belajar bahasa Inggris ada berbagai macam cabang pelajaran di dalamnya. Misalnya belajar bahasa Inggris pada materi speaking (berbicara) writing (menulis) listening (mendengarkan) grammar (menyusun kalimat) dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dari sekian  cabang itu, jarang seorang guru ketika mengajar menyampaikan akan memilih belajar bahasa Inggis yang cabang yang spesifik. Apakah akan belajar speaking, writing atau yang lain. Yang ada, selama ini siswa hanya tahu bahwa mereka belajar bahasa Inggris saja.

Tidak ada spesifikasi misalnya belajar grammar, speaking atau yang lainnya. Ini sangat penting karena dengan belajar secara spesifik siswa akan fokus dan bisa konsentrasi penuh.

Kalau di awal pertemuan guru menerangkan bahwa kita akan bahasa Inggris di materi belajar grammar,  maka grammar itu yang menjadi tujuan utama dalam belajar dan targetnya siswa harus bisa menguasainya. Dengan begitu siswa akan bisa lebih fokus belajar grammar.

Kecendrungan selama ini, ketika guru mengajar bahasa Inggris, siswa diajari semua cabang dalam bahasa Inggris. Ada grammar, speaking, listening maupun writing menjadi satu.

Inilah yang menjadi salah satu penyebab siswa menganggap bahasa Inggris itu sulit dipelajari dan membingungkan. Karena mereka belajar di awal dengan berbagai macam cabang materi yang serba sulit.

Di samping itu perlu adanya perbedaan materi di setiap jenjang tingkatan. Sebagai satu contoh untuk tingkatan sekolah dasar siswa hanya diajarkan belajar conversation saja. Fokus pada materi conversation tidak pada materi yang lain.

Sedangkan ketika pada tingkat sekolah menengah pertama siswa diajari belajar Grammar secara spesifik dan fokus. Sedangkan ketika naik pada tingkatan sekolah menengah atas dan sederajat mereka diajari dengan materi writing dan listening. Sehingga pada tingkatan jenjang sekolah mereka bisa fokus pada materi pelajaran bahasa Inggris.

Habitual Action

Kedua belajar bahasa Inggris adalah bagaimana membiasakan atau habitual action.  Belajar bahasa harus dipraktikan sesering mungkin, sehingga menjadi habitual action. Baik praktik di dalam kelas ataupun di luar kelas. Kecenderungan selama ini ketika belajar bahasa Inggris siswa jarang mempraktikkan.

Mereka hanya belajar di kelas saja. Setelah selesai dan keluar kelas maka tidak ada sama sekali yang namanya praktik. Dengan siswa semakin banyak praktik maka akan semakin familiar dan secara tidak sadar akan menjadi habit. Sehingga belajar bahasa Inggris menjadi lebih menyenangkan dan menjadi lebih mudah.

Self Confidence

Ketiga jangan takut salah. Sebagai seorang guru harus memberikan motivasi terhadap siswa agar jangan takut membuat kesalahan ketika belajar bahasa Inggris dan mempraktikannya.

Bahwa  membuat kesalahan itu hal yang wajar dan manusiawi. Guru harus memberikan dukungan kepada siswanya dengan cara memberi sugesti agar siswa jangan takut salah ketika berlatih. Karena dengan cara seperti inilah akan menambah berani siswa untuk praktik dan menimbulkan self confidence (percaya diri).

Setidaknya dengan cara belajar seperti di atas, maka akan menjadikan siswa menjadi lebih senang dalam belajar bahasa Inggris dan selanjutnya bisa gampang dan mudah memahaminya. (*)

 

*) Komunitas Kampung English Temulus

Bahasa Inggrisbelajar inggrisOpini