HPN Jateng Bahas Kebangkitan UMKM saat Pandemi

Muhammad Mahsun, Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Tengah. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Hotel Griptha, Kudus pada Rabu (8/12/2021). Para pengusaha dari keluarga Nahdlatul Ulama (NU) itu membahas kebangkitan UMKM di masa pandemi.

Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Tengah, Muhammad Mahsun mengatakan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 dirasakan banyak pihak, salah satunya sektor UMKM.

Padahal menurutnya UMKM menempati posisi yang strategis dalam perekonomian secara umum.

“UMKM merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian nasional yang dapat dilihat dari penyerapan tenaga kerja. Tetapi usaha kecil terpukul oleh krisis Covid-19. Sehingga banyak yang menutup usahanya untuk sementara waktu,” katanya, Rabu (8/12/2021).

Menurutnya, UMKM saat ini berada dalam pusat krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bahkan kondisinya dirasa lebih parah dari krisis keuangan 2008.

Menurutnya, kesulitan yang dialami oleh UMKM selama pandemi terbagi ke dalam empat masalah. Pertama, terdapat penurunan penjualan karena berkurangnya aktivitas masyarakat.

Baca: Pengusaha Nahdliyin Jateng Gagas Digitalisasi Bisnis

Kedua, kesulitan permodalan karena perputaran modal yang sulit. Yakni karena tingkat penjulan yang menurun.

Kemudian, ketiga karena adanya hambatan distribusi produk akibat adanya pembatasan pergerakan penyaluran produk di wilayah-wilayah tertentu. Lalu, adanya kesulitan bahan baku. Sebab, UMKM menggantungkan ketersediaan bahan baku dari sektor industri lain.

“Artinya kebangkitan UMKM pasca Covid-19 sangat membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan,” sambungnya.

Lebih lanjut, soal perluasan pembiayaan modal kerja UMKM dilakukan dengan mendorong perbankan untuk dapat memberikan kredit lunak kepada UMKM.

Tujuannya, agar UMKM memiliki modal kerja yang cukup untuk dapat menjalankan bisnisnya.

“Kalau UMKM punya modal kerja yang cukup, artinya bisa menjalankan bisnisnya,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

hpn jatengkuduspengusaha nahdliyinUMKM