Siapkan Sanksi bagi Kader yang Didukung di Pilpres 2024 Sebelum ada Putusan, PDIP Cokot Ganjar?

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bakal memberikan sanksi disiplin untuk kader yang mendeklarasikan atau dideklarasikan menjadi capres atau cawapres di Pilpres 2024 sebelum ada putusan dari Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. Pengumuman itu diungkapkan Sekjen Hasto Kristiyanto.

“Sikap partai sangat jelas bahwa keputusan terkait dengan capres dan cawapres berdasarkan keputusan Kongres V dimandatkan kepada ketua umum partai. Dalam hal ada anggota PDI Perjuangan yang menyebutkan terlebih dahulu calon presiden dan calon wakil presiden, termasuk melalui relawan, sebelum keputusan resmi partai, maka partai akan memberi sanksi disiplin,” katanya dikutip dari Detikcom, Senin (20/9/2021).

Menurut Hasto, keputusan itu didasarkan pada pertimbangan yang harus matang berkaitan dengan Pilpres 2024. Menurutnya, tanggung jawab sebagai presiden juga berat. Untuk itu, partai tidak mentoleransi terhadap tindakan indisipliner.

“Partai tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner, mengingat urusan presiden dan wakil presiden harus melalui pertimbangan yang benar-benar matang, terlebih dengan tanggung jawab presiden yang sangat berat untuk perbaikan nasib lebih dari 270 juta rakyat Indonesia. Dengan demikian pertimbangannya harus matang dan benar-benar memerhatikan seluruh aspek strategis kepemimpinan negara,” lanjutnya.

Alasan lain, PDIP menilai deklarasi dukungan capres atau cawapres saat pandemi seperti saat ini kurang tepat. PDIP sendiri saat ini sedang fokus membantu masyarakat keluar dari dampak pandemi COVID-19.

Seperti diketahui, beberapa hari belakangan sejumlah kelompok relawan mendeklarasikan dukungannya kepada Ganjar Pranowo untuk maju di Pilpres 2024. Adapun kelompok relawan itu di antaranya, relawan Jokowi Mania atau JoMan, Ganjar Pranowo (GP) Mania, dan terbaru dari Sahabat Ganjar.

Bahkan, deklarasi Sahabat Ganjar yang dilakukan secara virtual itu juga diikuti beberapa WNI di Hong Kong, Macau, Jepang, Taiwan, Inggris, Singapura, Italia, Belanda, Malaysia, Arab Saudi, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Austria, Spanyol, Uni Emirat Arab, dan Prancis.

Sekjen relawan Sahabat Ganjar, Aloysius Jaka, dalam acara tersebut mengatakan Sahabat Ganjar diawali dengan deklarasi di Yogyakarta 29 Juni 2021 lalu. Kemudian 8 Agustus 2021 dilakukan deklarasi di Bali, lalu berlanjut untuk 34 Provinsi.

“Pada 19 September ini tercatat 17 relawan luar negeri ikut deklarasikan,” kata Jaka dalam acara deklarasi relawan sahabat Ganjar luar negeri dan pelantikan pengurus sahabat Ganjar yang digelar daring, Minggu (19/9/2021).

Sebelum relawan Sahabat Ganjar, dukungan pada Ganjar lebih dulu menggema di Blitar Raya, bertepatan dengan HUT ke-76 RI. Relawan itu mengatasnamakan diri Ganjarist. Mereka mendeklarasikan dukungannya di sebuah rumah, di Jalan Palem, Kota Blitar.

Kemudian JoMan. Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer menganggap dukungan untuk Ganjar maju di Pilpres 2024 tidak ada mengkhianati siapa-siapa. Sebab, dukungan itu diberikan atas perintah hati nurani.

“Nggak ada yang dikhianati dalam hal ini, JoMan tetap tegak lurus Jokowi dan relawan Jokowi tetap solid dan satu suara. Sikap JoMan hari ini karena kita diperintah oleh hati nurani kita yang nggak mungkin kita lawan,” kata Immanuel kepada wartawan, Jumat (17/9).

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Dukung GanjarGanjar PranowoHastomegawatipdipPilpres 2024