Pengusaha Perjalanan Wisata di Pati Sampai Jual Bus, Sudah Setahun Karyawan Dirumahkan

Para pengusaha perjalanan wisata memarkirkan bus di sela aksi damai di Pati, Kamis (22/7/2021). (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Pengusaha perjalanan wisata di Kabupaten Pati kelimpungan akibat kebijakan penutupan wisata selama pandemi dan PPKM diberlakukan. Bahkan beberapa di antara mereka sampai menjual armada busnya untuk menutup operasional sehari-hari.

Bahkan sekitar 95 persen karyawan para pengusaha perjalanan wisata ini sudah dirumahkan sejak setahun lalu.

Karena itu, Kamis (22/7/2021) mereka menggelar aksi dengan mengibarkan bendera putih di bus dan keliling kota Pati sebagai bentuk aksi bahwa mereka telah menyerah.

Apalagi sampai saat ini objek wisata belum dibuka, sehingga berimbas pada pendapatan pelaku perjalanan pariwisata.

Salah satu pengusaha perjalanan pariwisata Pati Kasiadi mengatakan, ada banyak pengusaha transportasi pariwisata yang yang menjual aset busnya.

Meskipun mereka mempunyai banyak bus, tetapi banyak juga tanggungan kredit yang harus dibayar setiap bulannya. Sementara pendapatan tidak ada sama sekali.

“Bagaimana kita bisa membayar angsuran, jelas enggak bisa. Katanya ada relaksasi dan segala macam, tapi kenyataannya omong kosong. Untuk kebijakan relaksasi kembalikan ke lising atau ke bank. Kenyataannya, hampir semua teman-teman mengakui bahwa hampir tidak ada peran pemerintah dalam hal ini,” katanya, Kamis (22/7/2021).

Dia juga mengakui bahwa semenjak adanya pandemi, sektor yang paling pertama terkena dampaknya adalah pariwisata. Sehingga banyak pengusaha yang merumahkan karyawannya.

Baca: PPKM Berlanjut, Pengusaha Perjalanan Pariwisata di Pati Kibarkan Bendera Putih: Kami Menyerah

Bahkan sampai ada yang banting stir ganti bisnis baru, lantaran bisnis transportasi pariwisata hampir tidak ada kesempatan.

“Karena kalau tetap bertahan di jasa perjalanan pariwisata, malah remuk. Bagaimana tidak, lha kalau kebijakan WFH, piknik tidak ada, apa yang bisa kita kerjakan,” terangnya.

Pihaknya masih menunggu janji pemerintah terkait pelonggaran PPKM yang akan dimulai pada 26 Juli mendatang. Apabila sampai pada saat itu pariwisata tetap ditutup, pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar.

“Kalau hari ini aksi damai, tapi apabila masih sama, setelah itu akan kami naikan levelnya, seperti PPKM,”  pungkasnya.

 

patipengusaha piknikPiknikppkmtour and travel