Belasan Tahun Tak Bisa Punya Anak? Bayi Tabung Mungkin Bisa Jadi Solusi

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Bayi tabung atau dikenal juga sebagai pembuahan In Vitro Fertilization (IVF) merupakan teknik pembuahan atau inseminasi yakni pembuahan sel telur di bagian luar tubuh perempuan. Meski ada pro dan kontra, program ini sudah banyak dipilih dan disarankan oleh kalangan medis.

Lewat Forum Tanya Dokter di Smarther Health, hal ini juga dibahas oleh dokter kandungan, dr Norazlin Rosli dari Sophea Fertility Malaysia. Di laman Smarther Health dia menjawab beberapa pertanyaan terkait persoalan kehamilan.

Salah seorang penanya berkeluh kesah soal dirinya yang sudah menikah puluhan tahun. Akan tetapi belum dikaruniai anak.

Penanya juga sudah mencoba minum herbal dan menghitung masa subur. Bahkan dia juga bertanya soal kemungkinannya untuk melakukan bayi tabung di usia 40 tahun.

“Dokter, saya seorang wanita berusia 39 tahun, sudah menikah sekitar 12 tahun. Namun belum di karuniai anak. Saya dan suami sudah periksa kesuburan dan tidak ada masalah pada kami,” tanyanya.

Pertanyaan itu dijawab oleh dr. Norazlin Rosli. Menurutnya, si penanya harus melakukan perawatan kesuburan. Lebih lanjut, menurutnya Inseminasi intrauterin hanya membantu pengangkutan rahim ke dalam rahim.

“Sperma masih perlu mencari telur untuk mencoba dan membuahi telur. Karena itu, IVF akan menjadi pilihan yang lebih baik. Karena dalam perawatan ini, sperma akan disuntikkan langsung ke sel telur untuk membantu pembuahan,” jawabnya.

Dokter Norazlin Rosli pun menyarankan IVF atau bayi tabung. Menurutnya, di usia 40 tahun peluang untuk sukses menggunakan IVF dirasa cukup bagus. Namun, dia menyarankan agar tidak menunda lebih lama lagi.

“Saran saya jangan menunda lagi. Karena tingkat keberhasilan hanya turun dengan bertambahnya usia,” imbuhnya.

Saat ini sejumlah rumah sakit di Indonesia sudah banyak yang melayani fasilitas bayi tabung ini. Biaya yang dipatok beragam mulai Rp 60 juta hingga Rp 80 juta.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

bayi tabungkudus