Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang, Wali di Loram Kulon Kudus yang Terdampar Saat Mencari Saudaranya

Makam Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang di sebelah timur Masjid Wali Loram Kulon,  Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arjil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Desa Loram Kulon di Kabupaten Kudus, tak pernah habis menyuguhkan cerita para wali. Salah satunya Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang.

Menurut cerita, Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang merupakan seorang wali yang dahulu hendak menyebarkan Islam dan mencari saudanya di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Tidak diketahui secara pasti tahunnya. Namun, diyakini sekitar tahun 1593.

Kedatangan Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang saat itu hendak menyebarkan agama Islam, dan mencari saudaranya. Namun, belum sampai menyebarkan agama Islam di Desa Loram Kulon, dia meninggal lantaran saat perjalanan menuju Desa Loram Kulon perahunya terseret arus.

“Dulu di sekitar Masjid Wali ini masih berupa sungai. Dari utara ke selatan ini sungai semua,” kata Afroh Amanuddin, Juru Kunci Makam Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang, Sabtu (17/4/2021).

Ia menyebut, Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang menyebut, Tuan Sang-Sang masih keturunan dari Joko Tingkir.

Namun, karena perahu yang ditumpangi olehnya terseret arus, menyebabkan Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang meninggal.

Nama Sang-Sang sendiri menurutnya, merupakan sebutan dari kata ”temangsang”. Sebab, saat terseret arus, perahu yang dikendarai Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang menabrak daratan. Sehingga terpental dan temangsang.

“Dari situ mendapat sebutan sang-sang yang artinya temangsang. Sebab, beliau meninggalnya itu temangsang di pohon-pohon bambu,” ujar Afroh.

Lokasi makam Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang berada di sebelah timur Masjid Wali Loram. Bangunan makam terbuat dari batu bata merah. Setiap tanggal 15 Muharram masih dilangsungkan kegiatan buka luwur.

“Makamnya juga masih diziarai. Setiap tanggal 15 Muharram juga ada buka luwur,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Desa Loram Kulonkudusmasjid walisyekh abdurrahmantuan sang-sang