Jenglot yang Ditemukan Warga Kudus Berjenis Kelamin Laki-Laki, Mulut dan Selakangan Berdarah

Penemuan jenglot di Desa Burikan, Kudus. (Dok. Mamik Junaedi)

MURIANEWS, Kudus – Temuan jenglot di area Makam Mbah Akasah di RT 03, RW 05, Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kudus, Sabtu (27/2/2021) kemarin ternyata diketahui berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan jenglot berukuran sekitar 15 – 20 sentimeter itu, mulut dan selakangannya berdarah.

“Jenglotnya berjenis kelamin laki-laki. Saat pertama kami temukan, mulut dan selakangannya berdarah. Saya sempat takut melihatnya,” kata Pemangku punden sekaligus juru kunci Makam Mbah Akasah, Mamik Junaedi, Minggu (28/2/2021).

Baca: Geger! Warga Kudus Temukan Jenglot saat Bersih-Bersih Makam Mbah Akasah Burikan

Junaedi menceritakan, penemuan jenglot itu berawal saat ia dan rekannya Supriyono sedang bersih-bersih makam. Karena area makam yang luas keduanya bagi tugas. Ia kebagian membersihkan bagian dekat pompa air di area makam. Sementara rekannya Supriyanto memotong rumput dan pohon yang rimbun.

Saat bersih-bersih ia mendapat firasat tidak mengenakan. Pasalnya, dia menyenggol gelas sehingga gelas tersebut jatuh.

“Kaget dan ngerasa gak enak. Rasanya bakal ada apa-apa gitu. Tapi saat itu saya belum tahu. Terus saya izin salat zuhur dulu,” katanya, Minggu (28/2/2021).

Penemuan jenglot di Desa Burikan, Kudus. (Dok. Mamik Junaedi)

Selepas salat zuhur, dia ditemui Supriyanto. Dia dikabari bahwa ada temuan jenglot di area makam.

“Saya kaget dan langsung kembali ke makam lagi. Dan benar ada jenglot jenis kelamin laki-laki,” terang dia.

Setelah menemukan jenglot itu dia menemui kiai setempat. Namanya Kiai Sapuan. Keduanya lalu berdiskusi.

“Setelah diskusi akhirnya kami cuci dan kami keringkan di panasan. Setelah itu kami bungkus kain mori,” ujarnya.

Karena bingung untuk menyimpan temuannya itu, jenglot tersebut pun sempat disimpan di sebuah lemari yang ada di area makam mbah Akasah. Hingga akhirnya diserahkan ke perwakilan pihak Menara Kudus

“Kalau disimpan di rumah banyak putu (cucu). Akhirnya sebelum diserahkan ke Menara, sempat disimpan di area makam,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Supriyadi

JenglotkudusMakammbah akasah