Lansia dan Anak Usia Lima Tahun di Grobogan Sembuh dari Corona

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Grobogan – Kasus baru virus corona atau Covid-19 di Grobogan masih terus muncul tiap hari. Meski demikian, dalam laporan perkembangan harian juga selalu diiringi adanya pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19.

Seperti perkembangan Sabtu (27/2/2021) hari ini terdapat enam pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit mupun isolasi mandiri.

“Dari enam pasien sembuh ini, terdapat satu orang lanjut usia (lansia) dan satu anak umur lima tahun. Sedangkan empat pasien sembuh lainnya adalah orang dewasa dan orang tua,” kata Ketua Harian GTPP Covid-19 Grobogan Endang Sulistyoningsih.

Selain enam pasien sembuh, perkembangan hari ini, ada sepuluh orang yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Sementara untuk kasus kematian pasien positif Covid-19 ada satu orang.

Endang menyatakan, sebanyak sepuluh kasus baru yang muncul hari ini berasal dari enam kecamatan.

Yakni, dari Kecamatan Toroh (1), Gabus (1), Wirosari (1), Karangrayung (2), Kedungjati (1), dan Tanggungharjo (4). Sedangkan pada 13 kecamatan lainnya tidak muncul kasus baru pada hari ini.

“Dari sepuluh kasus baru ini, satu orang di antaranya sudah meninggal beberapa hari lalu di rumah sakit. Sebelum meninggal, yang bersangkutan sudah menjalani swab test dan hasilnya baru keluar hari ini,” jelasnya.

Dengan perkembangan ini, maka total kasus positif corona di Grobogan bertambah jadi 2.545 orang. Rinciannya, jumlah pasien sembuh bertambah jadi 2.214 orang, dan pasien meninggal 181 orang.

Sementara jumlah pasien yang masih dirawat maupun menjalani isolasi mandiri ada 150 orang.

Terkait kondisi itu, Endang kembali mengingatkan pada masyarakat bahwa pandemi belum berakhir.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan saat beraktivitas sehari-hari agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Masyarakat kami minta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Laskanakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

coronacovid-19GROBOGAN