Banyak Bencana Alam, DPRD Jateng Minta Pemda Perkuat Logistik dan Mitigasi

Warga mendorong motornya melintasi genangan banjir di Jalan DI Panjaitan, Cawang. (Foto: antaranews.com/Aprillio Akbar)

MURIANEWS, Semarang – Bencana alam terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Untuk itu, pemerintah daerah diminta memperkuat logistik untuk bantuan korban bencana dan mitigasi sebagai antisipasinya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mengatakan bencana banjir telah terjadi di sejumlah daerah di Jateng, seperti di Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Belum lagi ancaman longsor dari adanya tanah gerak di Brebes.

Menurutnya, antisipasi penanganan bencana alam harus dipersiapkan oleh pemerintah daerah dan provinsi. “Mesti ada cadangan logistik untuk bantuan pada korban bencana alam. Apalagi tahun kemarin ada realokasi anggaran. Di sisi lain, mitigasi bencana harus dilakukan untuk mencegah adanya korban jiwa,” kata Yudi saat mengunjungi korban banjir di Dinar Indah, Meteseh, Kota Semarang, Selasa (19/1).

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini menyebutkan jika BMKG telah memprediksi akan terjadi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di bulan Januari ini. Maka pemerintah daerah mesti melakukan antisipasi.

Dalam kesempatan itu, Yudi hadir menyampaikan bantuan dari BPBD Jateng dan Dinsos Jateng dan dari Komunitas Sepeda Hardcore. Bantuan diserahkan pada Plt Lurah Meteseh, Yuliatun di Posko Banjir yang berada di Masjid Arrahmah Cluster Dinar Indah.

Bantuan yang diberikan berupa kasur lantai, selimut, beras, bahan pokok makanan untuk dewasa dan anak-anak, termasuk perlengkapan untuk kebutuhan anak-anak sehari-hari.

Saat melihat kondisi korban banjir, Yudi juga menerima aduan dari warga jika peralatan mesin jahit yang digunakan untuk bekerja rusak karena terendam air. Ia dan anggota Komunitas Sepeda Hardcore yang hadir pun bersedia memberikan bantuan.

“Nanti kami carikan tukang servis mesin jahit, biar segera diperbaiki dan warga bisa bekerja lagi,” kata Yudi.

Di sisi lain, ia meminta pada Plt Lurah Meteseh, Yuliatun untuk mendata apa saja kebutuhan masyarakat. termasuk mengusulkan pada pemerintah Kota Semarang terkait solusi permanen agar warga tak kebanjiran lagi.

“Jika diperlukan pengalihan arus sungai, kami akan coba diskusikan dengan Kementerian PUPR,” ujarnya.

Plt Lurah Meteseh, Yuliatun bersama dengan Kasi Pemerintahan dan Pembangunan, Siswadi menyampaikan ada dua solusi. Pertama, relokasi warga dan kedua adalah memecah aliran sungai.

“Kalau relokasi, sebagian warga masih enggan,” ujar Siswadi.

Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Dinsos Jateng, Rudi Agus menyampaikan pemberian bantuan pada masyarakat itu sesuai dengan laporan yang telah diterima oleh dinas. Harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

BencanaDPRD JatengJateng