Pandemi, Kirab Ampyang Maulid di Kudus Digelar Sederhana

MURIANEWS, Kudus – Tradisi Ampyang Maulid di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Kamis (29/10/2020) sore, berlangsung sederhana.

Padahal di tahun sebelumnya, ada serangkaian acara hingga beberapa hari, mulai ekspo, festival, hingga pertunjukan seni.

Biasanya ribuan masyarakat dari berbagai daerah datang mengikuti serangkaian tradisi tersebut. Namun, kali ini kirab hanya diikuti oleh puluhan orang dari internal desa dan penerapan protokol kesehatan ketat pun digalakkan.

Dari pantauan MURIANEWS di lapangan hanya ada satu gunungan Ampyang Maulid setinggi kurang lebih 1,5 meter yang dikirab setelah azan ashar dari balai desa menuju ke Masjid At Taqwa atau yang biasa disebut dengan Masjid Wali. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Selawat Nabi.

Kepala Desa Loram Kulon Muhammad Syafi’i mengatakan, acara Ampyang Maulid tetap digelar namun dengan sangat sederhana. Menurutnya, yang terpenting adalah rasa khidmat untuk memperingati hari besar Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi).

“Ini merupakan tradisi dan budaya Desa Loram Kulon. Meski secara terbatas tetap kami adakan untuk tetap melestarikanya. Gelaran ini tetap dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” katanya.

Menurutnya tahun sebelumnya bisa hingga sepuluh gunungan Ampyang Maulid yang diarak. Namun, kali ini sengaja digelar sederhana hanya untuk tetap melestarikan tradisi di tengah keterbatasan saat pandemi.

“Hanya satu gunungan sebagai wujud menghormati. Sebenarnya itu seribu nasi kepel tapi ini disederhanakan yang penting masih bisa berjalan meski pandemi,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

AmpyangkudusMaulid Nabi