Hujan Semalaman, Puluhan Desa di Kebumen Diterjang Banjir dan Longsor

MURIANEWS, Kebumen – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kebumen sejak Senin (26/10/2020) malam hingga Selasa (27/10/2020) pagi mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah tempat.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kebumen, sedikitnya 36 desa dalam sepuluh Kecamatan terendam banjir. Sedangkan longsor terjadi di 23 titik dalam delapan kecamatan.

”Rincian tersebut dari data yang masuk ke BPBD Kabupaten Kebumen sampai dengan pukul 09.30 WIB. Selain banjir juga ada laporan tanggul jebol serta pohon tumbang,” kata Humas BPBD Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto seperti dikutip Detik.com, Selasa (27/10/2020).

Meski di sebagian wilayah banjir mulai surut, namun masih terdapat genangan air setinggi 1,2 meter di wilayah lain. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ratusan warga pun dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

”Untuk jumlah total (pengungsi) masih didata, sekarang masih proses evakuasi,” imbuhnya.

Banjir dan longsor ini merupakan bencana susulan setelah pada Senin (26/10/2020) kemarin terjadi bencana serupa. Berdasarkan update data terakhir hingga Senin (26/10/2020) malam tadi, tercatat ada 31 desa dalam 10 kecamatan yang tergenang banjir dan 29 desa dalam 10 kecamatan yang diterjang tanah longsor.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku telah menurunkan tim penanganan yang terdiri dari DPU PSDA dan BPBD untuk bantu menangani banjir dan longsor di Kabupaten Kebumen. Selain tim, pihaknya juga menurunkan bantuan berupa logistik, kantung pasir (sand bag), dan alat berat.

”Sudah jalan kemarin. Sore sudah datang, hari ini sudah bekerja. Bantuan TNI-Polri sudah jalan,” ujarnya di Gedung Gradhika Bhakti Praja kantor Gubenur Jateng, Kota Semarang, Selasa (27/10/2020).

Dari informasi yang didapat, hujan deras di wilayah tersebut menyebabkan tanggul jebol dan memicu terjadinya banjir. Gubernur Ganjar telah memastikan upaya darurat penanganan tanggul jebol itu sudah dilakukan termasuk menurunkan alat berat.

Disamping itu, Ia juga mengingatkan kepada pengungsi untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan. Pihaknya sudah menyampaikan agar bisa menyetting ruangan pengungsi agar aman. Termasuk mengatur jarak dan menyiapkan masker untuk pengungsi.

”Ini dalam kondisi pengungsian tapi pandemi. Protokolnya tetap musti diikuti,” pungkasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

#kebumen#keduBanjirHujan