Cairkan Banpres Rp 2,4 Juta, Ratusan Warga Jepara Rela Antre Sejak Subuh di BRI

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah kembali menggulirkan program baru untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19. Program bantuan tersebut adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui program Bantuan Presiden (Banpres) Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 2,4 juta.

Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui jaringan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Di Jepara sendiri sudah tiga hari terakhir, masyarakat dibuat ‘sibuk’ dengan proses pencairan bantuan ini.

Dalam tiga hari terakhir, di sejumlah lokasi pelayanan BRI warga terlihat berkerumun untuk mendapatkan bantuan ini. Ratusan warga bahkan rela antre untuk mendapatkan bantuan yang diluncurkan oleh Kementrian UMKM ini.

Baca: Timbulkan Kerumunan, Antrean Bantuan UMKM di BRI Jepara Diminta Sesuai Protokol Kesehatan

Bahkan ada warga yang mengaku antre sejak subuh untuk bisa mendapatkan pelayanan penyaluran bantuan ini.

Ali Shokib, warga Desa Jambu, Mlonggo, salah satu warga yang antre di Kantor BRI Unit Mlonggo, mengaku mengantarkan orang tuanya untuk mendapatkan bantuan ini. Bahkan dirinya menyatakan sudah sejak subuh telah tiba di BRI Unit Mlonggo dengan harapan bisa mendapatkan antrean lebih awal.

Orang tuanya diketahui mendapatkan bantuan ini setelah dirinya mengecek di link penerima bantuan ini. Setelah memastikan nama orang tuanya masuk, dirinya langsung mengantar orang tuanya mengurus bantuan ini ke BRI.

Antrean di BRI mengular saat mencairkan bantuan UMKM. (MURIANEWS/Budi Erje)

“Jadi setelah memastikan orang tua saya dapat, saya langsung mengantarnya pagi ini ke BRI Unit Mlonggo. Saat tadi saya urus, memang benar. Bantuannya sebesar Rp 2,4 Juta, sudah masuk ke rekening orang tua saya. Alhamdulilah meski harus antre sejak jam 5 pagi tadi bisa membuahkan hasil,” ujar Ali Shokib, Jumat (23/10/2020).

Antrean yang padat juga terjadi di BRI Unit Bangsri, Jumat (23/10/2020). Ratusan warga mendatangi Kantor BRI Unit Bangsri dengan maksud untuk bisa segera mencairkan bantuan BPUM.

Namun demikian tidak semua warga penerima memutuskan untuk segera mencairkan bantuan tersebut. Muhamad Ridwan, penerima bantuan dari Desa Banjaran, Bangsri memilih mengurungkan niatnya setelah melihat antrian yang padat tersebut.

Muhamad Ridwan menyatakan sudah memastikan namanya masuk dalam daftar penerima setelah melihat melalui aplikasi di internet. Karena itu, mengetahui padatnya orang yang mengantre, dirinya memutuskan untuk menunda menunda pengambilan bantuan tersebut. Meski sudah berada di sekitar lokasi, dirinya mengaku tidak mau mengambil resiko.

“Antreannya seperti itu. Jadi saya putuskan lebih baik nanti saja mengambil bantuannya. Biar di bank dulu lah. Melihat atreannya bisa saja berpotensi terjadi penularan Covid-19. Apalagi, jumlah kasus Covid di Jepara masih cukup tinggi. Daripada tertular Covid, saya tunggu saja nanti,” kata Muhamad Ridwan saat ditemui di sekitar BRI Unit Bangsri.

Seperti diketahui, bantuan BPUM merupakan program bantuan BLT dari kementrian UMKM. Disnakertrans-UMKM Jepara memperkirakan ada sekitar 14 ribu orang pelakau UMKM yang mengajukan.

Namun hingga kini belum diketahui secara pasti jumlah orang yang menerima bantuan ini. Saat ini bahkan sudah dibuka kembali pendaftaran untuk gelombang kedua penyaluran bantuan ini. Di tingkat desa warga bisa mendaftar ke balai desa masing-masing sampai 25 Oktober 2020.

Kepala Disnakertrans-UMKM, Eriza Rudy Yulianto menyatakan, bantuan ini merupakan program dari Kementrian UMKM. Pihaknya dalam hal ini hanya bertugas melakukan pendataan. Sedangkan yang menentukan apakah seseorang mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta adalah Kementrian UMKM.

“Kami hanya melakukan pendataan saja, sementara yang menentukan adalah Kementrian UMKM. Mereka yang mendapatkan bantuan bisa dicek di internet, melalui website BRI, karena memang dalam program ini penyalurannya dilakukan melalui BRI,” tandas Eriza.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

bantuanBRIjeparaUMKM