Ibu Rumah Tangga di Kudus Diajak Kreatif Maksimalkan Potensi di Masa Pandemi

MURIANEWS, Kudus – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo, mengajak semua ibu rumah tangga untuk terus aktif dan berkreasi selama masa pandemi.

Dengan begitu, potensi-potensi usaha akan muncul dengan sendirinya. “Bisa maksimalkan semua bakatnya, siapa tau jadi ladang rezeki berikutnya,” kata Mawar Hartopo, Rabu (21/10/2020).

Walau kini tengah dalam masa serba keterbatasan, bukan jadi alasan untuk ibu-ibu rumah tangga untuk tidak berkreasi. Apalagi kini, mereka punya banyak waktu di rumah.

“Semua bisa diberdayakan, makanya harus kreatif bagaimana caranya bisa menghasilkan uang,” ujarnya.

Mawar pun mengapresiasi karya Sri Wahyuningsih (27), pemilik A27 Flowers yang mengembangkan karya bunga plastik. Menurutnya, itu merupakan salah satu langkah baik untuk memulihkan ekonomi keluarga.

Pihaknya pun berharap para ibu rumah tangga di Kabupaten Kudus bisa turut mencontoh setidaknya satu usaha yang berhasil sukses. Tak hanya bunga, tapi usaha-usaha lainnya di berbagai sektor.

“Ayo bangkit, karena saya yakin yang terdampak pandemi ini sangat banyak,” jelas dia.

Ayun panggilan akrab Sri Wahyuningsih sendiri, merupakan seorang guru MI yang juga libur mengajar selama pandemi karena pembelajaran daring. Belum lagi, dia harus melakukan operasi penyakitnya sebanyak dua kali. Sementara suaminya, merupakan korban PHK.

“Saya ingat empat bulan lalu, itu sudah tidak karuan, kondisi ekonomi sudah berantakan,” kata Ayun saat ditemui MURIANEWS, di rumahnya di jalan Pandean Rt 2/Rw 5, Kecamatan Jekulo, Kudus, Rabu (21/10/2020) pagi.

Baca: Suami Kena PHK Saat Pandemi, Guru di Kudus Ini Bangkit dengan Bunga Plastik Hingga Bisa Pekerjakan Tetangga

Tak ingin berlama-lama terpuruk, Ayun pun memberanikan diri untuk kembali mengasah kegemarannya merangkai bunga. Dengan modal awal Rp 200 ribu, dia beranikan diri untuk membeli sejumlah bunga plastik dan merakitnya di pot bunga.

Kemudian dibuatlah merek A27 Flower. Saat pertama kali pemasarannya, memang sempat mengalami kendala karena rumahnya yang berada di dalam gang.

Namun karena ketekunannya berpromosi dari mulut ke mulut dan online, bunga plastik milik Ayun pun bisa masuk ke pasar perdagangan bunga plastik. Hingga akhirnya produknya mulai dikenal.

“Dari modal hanya Rp 200 ribu, kini bisa meraup omzet bersih per harinya bisa sampai Rp 500 ribu, ini juga dibantu reseller-reseller,” kata Ayun.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

kuduspandemiWirausaha