Suami Kena PHK Saat Pandemi, Guru di Kudus Ini Bangkit dengan Bunga Plastik Hingga Bisa Pekerjakan Tetangga

MURIANEWS, Kudus – Pengurangan jumlah karyawan secara besar-besaran kerap terjadi di era pandemi corona seperti ini. Selain untuk memangkas biaya produksi, pengurangan karyawan juga dianggap bisa meringankan beban perusahaan.

Para pekerja yang dirumahkan atau malah di-PHK pun sebagian kalang kabut jika tak punya pegangan tabungan.

Tak terkecuali keluarga dari Sri Wahyuningsih (37). Suaminya, yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kudus terkena PHK akibat pandemi corona yang meluas, empat bulan lalu.

Ayun sendiri, merupakan seorang guru MI yang juga libur mengajar selama pandemi karena pembelajaran daring. Belum lagi, dia harus melakukan operasi penyakitnya sebanyak dua kali.

“Saya ingat empat bulan lalu, itu sudah tidak karuan, kondisi ekonomi sudah berantakan,” kata Ayun saat ditemui MURIANEWS, di rumahnya di Jalan Pandean RT 2/RW 5, Kecamatan Jekulo Kudus, Rabu (21/10/2020).

Tak ingin berlama-lama terpuruk, Ayun pun memberanikan diri untuk kembali mengasah kegemarannya merangkai bunga. Dengan modal awal Rp 200 ribu, dia beranikan diri untuk membeli sejumlah bunga plastik dan merakitnya di pot bunga.

“Saat itu modal awal cuma segitu, saya dan suami beranikan diri ambil bunga di Magelang, saya jualnya tergantung harga bunga plastiknya, satu pot jadi bisa Rp 30 hingga sekitar Rp 100 ribu,” lanjut dia.

Kemudian dibuatlah merk A27 Flower. Saat pertama kali pemasarannya, memang sempat mengalami kendala karena rumahnya yang berada di dalam gang.

Namun karena ketekunannya berpromosi secara mulut ke mulut dan online, bunga plastik milik Ayun pun bisa masuk ke pasar perdagangan bunga plastik. Hingga akhirnya produknya mulai dikenal.

“Dari modal hanya Rp 200 ribu, kini bisa meraup omzet bersih per harinya bisa sampai Rp 500 ribu, ini juga dibantu reseller-reseller,” katanya.

Kini, sudah empat bulan dia menekuni kerajinan bunga plastik tersebut. Ayun juga telah memiliki sejumlah pegawai yang berasal dari tetangga sekitar. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan per harinya.

Sementara suami Ayun, kini juga turut membantu Ayun dengan membuat rak-rak bunga dari kayu. Rak tersebut, turut dijual dengan harga yang lumayan bervariasi.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Bunga plastikkuduspandemiPHK