Alokasi Pupuk Bersubsidi di Pati Jauh di Bawah RDKK

MURIANEWS, Pati – Alokasi pupuk bersubdisi 2020 di Bumi Mina Tani cukup jauh jauh dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tani. Hal ini dimungkinkan petani kesulitasn untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati Muhtar Efendi mengatakan, kelangkaan ini terjadi secara nasional. Di Pati sendiri, antara RDKK dan alokasi pupuknya cukup jauh.

“Ini salah satu faktornya. Kami punya RDKK dari permintaan petani cukup banyak. Tetapi alokasi pupuk bersubsidinya kurang,” katanya, Kamis (17/9/2020).

Dia menjelaskan, untuk RDKK jenis pupuk Urea besaran kebutuhan petani adalah 42.688,270 ton. Namun, alokasi yang ada hanya 31.700 ton atau hanya 74,25 persen. Sementara untuk pupuk jenis SP36 RDKK mencapai 14.411,256 ton. Namun, alokasinya hanya ada 2.730 ton atau 18,94 persen.

Sedangkan untuk pupuk jenis ZA, RDKK mencapai 22.867,031 ton. Namun, pihaknya mengaku hanya mendapatkan alokasi 10.621 ton atau 46,45 persen. Pupuk jenis NPK dengan RDKK 58.122,680 ton, hanya mendqpatkan alokasi 26.690 ton atau 46,43 persen.

“Itu juga terjadi pada pupuk organik. RDKK petani yang kami data ada 4.694,034 ton. Namun, alokasi yang ada hanya sekitar 2.300 ton atau 48,99 persen,” bebernya.

Dengan adanya alokasi pupuk bersubsidi yang jauh dari harapan ini, setidaknya para patani harus pintar memanfaatkan situasi. Dalam hal ini, petani bisa memanfaatkan pupuk organik, yakni memanfaatkan limbah disekitar.

“Kalau memang dimungkinkan, petani juga bisa swadaya dengan pupuk nonsubsidi,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

patiPETANIpupuk